Politik

Komnas HAM Diperiksa KPK Terkait Penyalahgunaan Uang

eKoran.co.id – Basaria Panjaitan selaku Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan, tim penyidik KPK terus mengumpulkan data terkait kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di Komnas HAM.

Menurut Basaria saat di kantor KPK, Jakarta, Rabu (2/11/2016), pihaknya tidak bisa langsung mengatakan pasti ada korupsi. Karena banyak sekali berkas yang masih fiktif dan administrasinya kurang. Nanti juga masih akan dikumpulkan dulu semua bahan keterangan yang dibutuhkan.

Dirinya langsung mengapresiasi pihak Komnas HAM yang punya niat baik untuk memperbaiki pengelolaan keuangannya.

KPK juga merasa sangat terhormat sekali karena dapat melakukan kerja sama dengan Komnas HAM

Dari hasil penyelidikan ini, KPK berhasil menemukan penyalahgunaan uang untuk sewa rumah dinas yang diduga dilakukan oleh komisioner Komnas HAM berinisial DB.

Menurut data Dewan Kehormatan Komnas HAM, penyalahgunaan dana hingga mencapai Rp 330 juta.

Sementara itu, dari tim internal Komnas HAM juga berhasil menemukan dana fiktif serta tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp 820,2 juta.

Semua temuan dari KPK belum tentu langsung jadi korupsi. Data tersebut masih harus dikumpulkan dulu supaya lebih lengkap dan mudah saat proses hukumnya.

BACA JUGA :  Sadiq Khan, Putra Supir Bus Jadi Wali Kota Muslim Pertama di London

Basaria mengatakan bahwa Komnas HAM harus bersih dari korupsi dan tindakan penyelewengan dana.

Walaupun sementara ini penyelewengan dana masih di bawah Rp 1 miliar, namun KPK terus memeriksa Komnas HAM untuk mencari barang bukti lainnya.

Dalam hal ini bukan masalah besar kecilnya uang yang diselewengkan, namun lebih kepada bersihnya institusi Komnas HAM.

Apabila nanti dari pemeriksaan KPK berhasil menemukan tindakan korupsi, maka kasus ini akan langsung ditangani oleh pihaknya. Kalau tidak, bisa jadi diserahkan kepada aparat penegak hukum lainnya untuk diselesaikan secara adil.

Dari hasil laporan pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2015 lalu, keuangan Komnas HAM ditemukan beberapa kejanggalan.

Namun BPK tidak mau langsung memberikan opini bahwa ada tindakan korupsi ataupun penyalahgunaan dana. Pasalnya barang bukti keuangan masih banyak yang kurang.

Hingga saat ini, dari pihak tim internal Komnas HAM juga belum bisa menemukan pelaku atas dana fiktif tersebut.

Comments

Berita Terhangat

To Top