News

Modus Operasi Pungli Bongkar Muat Kontainer PT Pelindo III di Tanjung Perak

eKoran.co.id – Satuan tugas dweling time dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri langsung bekerja cepat untuk membuka kedok pungutan liar yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia III, di Tanjung Perak, Surabaya pada Selasa kemarin, 1 November 2016.

Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya menjelaskan, pungli juga dilakukan oleh PT Ankara, yang mana perusahaan ini masih satu rekan dengan PT Pelabuhan Indonesia III.

Sebanarnya, PT Ankara hanyalah perusahaan ‘topeng’ yang bertugas untuk menutupi aksi pungutan liar bongkar muat kontainer di Tanjung Perak, Surabaya.

Agung Setya mengatakan, PT Ankara selalu meminta uang Rp500 ribu kepada setiap perusahaan yang punya kontainer. Untuk pembayarannya sendiri sudah sangat canggih, yakni melalui transfer ke rekening bank PT. Ankara. Dengan begitu tidak ada penyerahan uang pungutan liar secara langsung.

Setelah uang tersebut ditransfer, maka kontainer bisa lewat begitu saja tanpa harus diperiksa isinya terlebih dahulu.

Menurutnya, modus pungutan liar yang dilakukan oleh PT Ankara adalah pencucian uang. Di mana uang hasil setoran perusahaan yang akan bongkar muat di pelabuhan langsung disetorkan ke beberapa rekening tertentu. Sehingga tidak terlihat adanya penyerahan uang secara langsung.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi Wanita Hamil

Ketika dana dari PT Ankara sudah terkumpul sangat banyak sekali, maka uang tersebut diserahkan kepada Direktur Operasional PT Pelindo III yang bernama Rahmat Satria.

Saat ini, pihak kepolisian sudah menyita barang bukti berupa uang mencapai Rp600 juta, uang yang didapatkan Rahmat Satria dari tahun 2015-2016 sebanyak Rp3,9 miliar juga diambil. Jika ditotal, barang bukti uang sebanyak Rp4,5 miliar.

Hasil pengembangan penyidik pihak polisi, mereka juga menyita 17 rekening. Yang mana nama pemilik rekening tersebut adalah PT Ankara. Totalnya sendiri mencapai Rp15 miliar. Dari dugaan sementara, uang tersebut digunakan untuk pencucian uang dan menampung atau mendistribusikan hasil pungutan liar.

Setiap bulan PT Ankara berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp4 miliar sampai Rp5 miliar. Semua uang tersebut sudah dipastikan hasil dari kejahatan pungutan liar.

Untuk saat ini, pihak polisi baru menetapkan Direktur PT Ankara Augusto Hutapea dan Direktur Operasional PT Pelindo III Rahmat Satria sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan kejahatan pungutan liar dan pencucian uang.

Comments

Berita Terhangat

To Top