News

Di Serang Sekelompok Orang Tak Di Kenal, Basuki Tjahaja Purnama Di Evakuasi Menggunakan Mikrolet M24

Ahok Dievakuasi Naik Mikrolet

eKoran.co.id – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah mendatangi Jalan Ayub, Rawa Belong, Jakarta Barat pada Rabu (02/11/2016) guna meninjau aliran di Sungai Sekretaris. Namun setelah berjalan sekitar 500 meter disana, Ahok tiba-tiba didatangi sekelompok orang berpeci hitam dengan meneriakkan takbir.

Padahal sebelumnya, ia sempat menyapa serta berjabat tangan dengan warga di sekitar tempat tersebut. Melihat kejadian tersebut, ajudan Ahok beserta petugas kepolisian lainnya segera mengamankan Ahok dari lokasi kejadian dan meminta supaya cagub DKI Jakarta ini tidak panik.

Hal tersebut membuat suasana kunjungan menjadi tidak kondusif. Namun Basuki Tjahaja purnama tetap tidak menanggapi perbuatan mereka dan memilih untuk berjalan menghindari lokasi dan menuju ke Kapolsek kebun Jeruk menggunakan mikrolet M24.

“Saya kira ini mencederai demokrasi kita ya. Masyarakat semua terima kok. Masyarakat penduduk asli terima. Mereka hanya segelintir orang yang menteriak-teriakkan itu. Ini yang saya katakan ini tidak dewasa,” jelas Ahok saat berada di Polsek Kebon Jeruk, Rabu (2/11/2016).

BACA JUGA :  Akhirnya Ahok Mulai Diperiksa Terkait Ucapannya Soal Al Maidah 51

Menurut informasi, ada satu orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Diketahui ia adalah ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Sukabumi Utara, Kevon Jeruk. Ia menderita luka pukulan di bagian wajah.

“Korban ketua RT 01. Sekarang mau di visum. Tadi kena pukul sama demonstran. Di pukul di bagian muka,” kata relawan timses Ahok.

Ahok sendiri sangat menyayangkan perbuatan orang-orang yang berteriak dengan mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap dirinya tersebut. Ia juga menyatakan kalau aksi itu dapat membuat warga menjadi resah dan ketakutan.
Ahok jugaberharap supaya ke depannya para aparat penegak hukum dapat menegakkan aturan, dan membuat perbuatan tidak terpuji tersebut tidak akan terulangi lagi.

“Hukum negara kita kan enggak bisa di paksa, harus ada aturan. Aturan di sepakati ya sudah. Kalau kaya begini kan kasihan masyarakat ketakutan dengar suara begitu, teriak-teriak begitu,” tutup Ahok.

Comments

Berita Terhangat

To Top