News

Presiden Joko Widodo Minta Supaya SPJ Di Sederhanakan Agar Tidak Mengurangi Produktivitas PNS

Presiden Joko Widodo

eKoran.co.id – Presiden Joko Widodo mengeluarkan perintah supaya format dan proses pengurusan laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dari pegawai negeri sipil segera diubah. Karena menurut Presiden Jokowi, format SPJ yang sekarang menghabiskan banyak waktu serta mengurangi produktivitas PNS.

Intruksi tersebut di sampaikan oleh Jokowi pada rapat terbatas tentang rezim SPJ di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu (26/10/2016).

rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Daerah Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan Ardan Adiperdana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Agung dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

“Saya minta dilakukan penyederhanaan SPJ dengan tetap menjaga akuntabilitas serta capaian output dan outcamenya. buat standarisasi format, jenis dan jumlah sehingga memudahkan penerima bantuan dalam menyusun SPJ,” ungkap Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga memerintahkan supaya jajarannya lebih memanfaatkan teknologi informasi di dalam penyederhanaan SPJ yang dilakukan.

BACA JUGA :  Untuk Masalah LGBT, NU Minta Pemerintah Contoh Cina dan Singapura

Ia juga menjelaskan kalau selama ini, energi pemerintah habis hanya untuk mengurusi SPJ saja. Sebab pekerjaan yang lebih substantif, lebih produktif, yang lebih jelas adalah dampaknya bagi masyarakat sudah menunggu kita semua.

“PNS menjadi tidak produktif karena banyak Kepala Sekolah atau guru bahkan Petugas Penyuluh Pertanian di Lapangan (PPL) tidak fokus pada tugasnya karena harus menyusun SPJ. Ini tidak boleh dilanjutkan,” keluh Jokowi.

“Karena di era persaingan antar negara yang semakin sengit seperti sekarang ini, kita membutuhkan birokrasi yang bukan hanya bisa bekerja cepat, gesit tapi lebih berorientaasi pada hasil. Bukan hanya semata-mata disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan administratif,” tambahnya.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan supaya lembaga pengawas dapat dilibatkan sekalian. Baik pengawas eksternal maupun pengawas internal, supaya mereka semua mempunyai visi, langkah serta garis yang sama dan benar-benar padu.

“Optimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pembuatan dan penyampaian SPJ. Saya minta juga dilakukan koordinasi dan sinergi dengan lembaga pengawas eksternal dan pengawas internal,” kata Jokowi.

Comments

Berita Terhangat

To Top