News

Setara Tuntut Masa Pemerintahan Jokowi Memiliki Kebebasan Berekspresi

Setara Tuntut Masa Pemerintahan Jokowi Memiliki Kebebasan Berekspresi

eKoran.co.id – Dua tahun sejak menjabat, sistem administrasi Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menunjukkan itu tidak memprioritaskan kebebasan sipil, dibuktikan dengan kebebasan terus pelanggaran ekspresi, pengawas hak asasi manusia mengatakan.

“Ini ironis melihat bahwa di satu sisi, pihak penegak hukum nyaris tidak melakukan apa-apa untuk mencegah pelanggaran kebebasan berekspresi, khususnya yang terkait dengan masalah hak LGBT [lesbian, gay, biseksual dan transgender] dan  pembersihan komunis 1965, tapi pada sebaliknya, pidato kebencian merajalela atas nama agama tersebar luas di media sosial dan internet, “kata wakil ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos pada hari Kamis.

Berpalingnya perhatian dari perlindungan hak-hak, kata dia, pemerintah telah sebaliknya sangat terfokus kebijakan pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Tentu itu cukup baik, namun ada beberapa masalah sosial yang masih harus dievaluasi.

Bonar mengatakan pemerintah harus menginstruksikan polisi untuk melindungi kebebasan berekspresi semua warga negara dan tidak tunduk pada anti-kebebasan dan anti-demokrasi kelompok. Kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat adalah hak-hak dasar masyarakat modern, ia melanjutkan.

BACA JUGA :  Sistem Ganjil Genap Bisa Berlangsung dengan Baik

Memastikan ruang publik bebas dari kebencian, serta prasangka rasial dan etnis, harus dilakukan secara seimbang, katanya.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan itu tidak mudah bagi pemerintah untuk menjamin kebebasan berekspresi sementara pada saat yang sama melindungi orang dari ekstremitas.

“Ini harus dapat memastikan bahwa dalam menghadapi perbedaan, saling menghormati dari kedua belah pihak yang seharusnya bisa terus tumbuh,” kata Bonar.

“Hal ini tidak bisa disamakan dengan masalah politik dengan amsalah kepercayaan apalagi membawa SARA, itu sangat tidak dibenarkan karena masyarakat Indonesia diisi dengan berbagai budaya. Masalah-masalah seperti ini harus bisa disingkirkan demi tetap menjaga keutuhan bernegara dan bermasyarakat tentunya.”

Comments

Berita Terhangat

To Top