News

Tahun Kedua Jokowi, Pendidikan Memerlukan Perbaikan

Tahun Kedua Jokowi, Pendidikan Memerlukan Perbaikan

eKoran.co.id – Dua tahun Presiden Joko administrasi “Jokowi” Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menunjukkan perbaikan positif di sektor pendidikan, ahli pendidikan mengatakan.

Totok Amin Soefijanto, wakil rektor untuk urusan akademik di Universitas Paramadina, mengatakan pemerintah telah dilakukan dengan baik dalam membayar lebih memperhatikan sekolah di daerah terpencil.

“Pemerintahan Jokowi-JK telah membuat terobosan dengan memberikan akses pendidikan di daerah-daerah yang kurang berkembang, terpencil dan perifer. Banyak anak-anak di daerah terpencil sekarang bisa pergi ke sekolah, “katanya kepada The Jakarta Post, menambahkan bahwa itu sejalan dengan sembilan poin visi Nawacita pemerintah mengembangkan Indonesia dari perbatasannya.

Pemerintah juga telah terlibat orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka dengan mengharuskan mereka untuk menemani anak-anak mereka pada hari pertama mereka di sekolah, sehingga memperkuat ikatan keluarga, katanya.

Dalam hal profesionalisme guru, Totok mengatakan, pemerintahan Jokowi-Kalla telah mengambil inisiatif untuk melakukan penilaian kompetensi dan program pengembangan profesional bagi guru.

BACA JUGA :  Penampakan Babi Ngepet di Solo

UU Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru profesional harus memiliki kedua sertifikasi dan gelar sarjana. Bahkan, hanya sekitar 3 juta guru yang memmenuhi syarat, katanya.

“Pemerintah telah diurus masalah ini dan menjaga proses pembelajaran akan di sekolah-sekolah Indonesia. Pada saat yang sama, Departemen Pendidikan terus meningkatkan profesionalisme guru, “jelasnya. “Kita harus memulai dari peningkatan infrastruktur dan kualitas guru dan juga penyebaran yang merata, hal itu agar Indonesia memiliki pendidikan yang layak dan sesuai UUD.

Meskipun ada sisi positif, Totok mengatakan banyak guru mengalami kesulitan membangun karakter siswa.

“Misalnya, seorang guru sering meminta siswa untuk menjadi cepat padahal ia sering datang terlambat,” katanya, dengan alasan bahwa guru yang ingin mengajarkan nilai-nilai harus berlatih dengan nilai-nilai tersebut.

Comments

Berita Terhangat

To Top