News

Jokowi Luncurkan Proyek Listrik di Papua

Jokowi Luncurkan Proyek Listrik di Papua

eKoran.co.id – Presiden Joko “Jokowi” Widodo meresmikan beberapa proyek infrastruktur, termasuk pembangkit listrik enam listrik, di Papua dan Papua Barat selama kunjungan kedua ke wilayah tersebut pada hari Senin.

Presiden mengatakan ia sepenuhnya menyadari tantangan geografis di Papua tetapi percaya bahwa mereka seharusnya tidak menjadi kendala bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur pada waktu yang tepat.

“Saya sudah bicara dengan Dirut PLN [Sofyan Basri] dan dia mengatakan kepada saya itu diharapkan program untuk menyediakan listrik untuk seluruh wilayah di Papua dan Papua Barat dapat diselesaikan pada tahun 2020. Saya mengatakan: Jangan mengambil hal terlalu panjang. Jika memungkinkan, harus selesai pada tahun 2019, “kata Jokowi.

“Saya tahu kondisi geografis Papua yang sangat sulit tetapi target kami harus diselesaikan. Ini bukan hanya untuk proyek-proyek listrik tetapi semua proyek infrastruktur di Papua. ”

Keenam fasilitas listrik, senilai Rp 988.000.000.000 (US $ 75.640.000), terdiri dari Orya PLTA (PLTA) di Genyem dengan kapasitas 2 x 10 Megawatt (MW); pembangkit mikro-hidro dengan kapasitas 2 x 1,25 MW di Prafi, Manokwari, Papua Barat; 70 kilovolt (kV) jalur tegangan tinggi (SUTT), yang membentang 174,6 kilometer dan menghubungkan Genyem-Waena-Jayapura; SUTT 70 kV untuk 43,4 km dari Holtekamp ke Jayapura;  Waena-Sentani dengan gardu listrik berkapasitas 20 megavolt ampere (MVA); dan Jayapura dengan gardu listrik berkapasitas 20 MVA.

BACA JUGA :  Jokowi Ingin Pelaku Bisnis E-commerce Dalam Negeri Berkompetisi

“SUTT dan dua stasiun relay listrik akan menjadi yang pertama di Papua. Operasi mereka akan membantu kita menghemat Rp 161 miliar bahan bakar setiap tahun, “kata Sofyan.

Setelah menyiapkan dasar bagi reformasi energi untuk industri hilir di tahun pertamanya di kantor, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah meninggalkan industri hulu tanpa perbaikan yang signifikan, seorang ahli mengatakan.

Direktur eksekutif organisasi penelitian energi ReforMiner Insititute, Komaidi Notonegoro, yang berbasis Jakarta mengatakan Jokowi membuat langkah yang kuat dengan memotong subsidi bahan bakar hanya sebulan setelah pelantikannya. Dia juga dilikuidasi Pertamina Energi Trading Ltd (Petral) dan anak perusahaan setelah dugaan skandal korupsi di Pertamina, perusahaan energi milik negara Indonesia.

Sementara banyak pihak memuji dua kebijakan, kebijakan hanya meningkat industri hilir sektor energi, tetapi tidak mengatasi akar masalah di industri hulu, katanya.

Comments

Berita Terhangat

To Top