News

Ahok Curigai Masalah Bantargebang

Ahok Curigai Masalah Bantargebang

eKoran.co.id – Gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama telah diduga perusahaan swasta yang telah kehilangan kontrak mereka dalam mengelola fasilitas pengolahan limbah di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, berada di balik kondisi kacaunya fasilitas ini.

Ahok memerintahkan pejabat terkait untuk menyelidiki fasilitas karena suatu kejadian di mana antrian panjang truk sampah yang terhenti di jalan ke tempat pembuangan Bantargebang, yang memaksa pengemudi untuk menunggu selama 12 jam sebelum mengantar sampah mereka.

Baru-baru ini, pemerintah Jakarta menyelesaikan pengambilalihan manajemen fasilitas ini dari dua perusahaan swasta.

Ahok juga berspekulasi bahwa di masa lalu driver truk dibuang sampah di tempat pembuangan dekat Sungai Ciliwung bukan di fasilitas yang dimaksud pada Bantargebang.

“Di daerah hulu Ciliwung, ada situs dump. Di masa lalu, sampah mungkin hanya telah dibuang di sana, “kata Ahok di Jakarta, seperti dilansir kompas.com.

Alasan lain mungkin untuk kekacauan, ia menambahkan, adalah karena peningkatan sampah yang dikumpulkan setelah pemberian mulai mengintensifkan upaya untuk membersihkan kota, termasuk dari sungai, setelah pengambilalihan.

“Setelah pengambilalihan, itu jelas bahwa kami membutuhkan lebih banyak truk sampah,” katanya, menambahkan jumlah sampah diangkut ke Bantargebang telah meningkat menjadi antara 8.000 hingga 9.000 ton per hari dari 5.000 menjadi 6.000 ton per hari.

BACA JUGA :  Setelah Pemeriksaan DNA, Jenazah Santoso Diserahkan Kepada Keluarga

Badan Sanitasi Jakarta akan mengatur ulang waktu pembuangan truk mengambil sampah dari Jakarta ke fasilitas pengolahan sampah Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, untuk menghindari kekacauan yang dihasilkan oleh antrian panjang truk di jalan-jalan menuju ke fasilitas tersebut

Wakil kepala Badan Sanitasi Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan bahwa antrian panjang terjadi pada hari Minggu karena truk perjalanan ke Bantargebang sama sekali pada waktu yang sama.

“Kami akan mengatur waktu pembuangan truk sehingga mereka tidak akan membuang sampah pada saat yang sama,” kata Ali.

Puluhan supir truk sampah mengeluh bahwa mereka harus antri selama 12 jam sehingga mereka bisa membuang sampah ke dalam fasilitas pengolahan pada hari Minggu.

Ali menjelaskan lebih lanjut bahwa kondisi pada hari Minggu telah memburuk karena pekerjaan yang sedang dilakukan di zona pembuangan untuk mencegah longsor. Truk-truk diarahkan ke zona pembuangan yang berbeda. Sebagai truk tiba bersama di zona pembuangan, dimana antrian panjang menumpuk.

Namun, Ali mengatakan pekerjaan telah selesai pada hari Senin dan truk bisa membuang sampah mereka seperti biasanya sekarang.

Comments

Berita Terhangat

To Top