News

Jokowi: Kebijakan Harga Satu Harga BBM di Papua Untuk Keadilan

Jokowi: Kebijakan Harga Satu Harga BBM di Papua Untuk Keadilan

eKoran.co.id – Setelah menanggung beban harga bahan bakar yang tinggi selama beberapa dekade, masyarakat yang tinggal di Papua dan Papua Barat sekarang dapat membeli bahan bakar dengan harga terjangkau.

Pada hari kedua kunjungan kerjanya ke wilayah paling timur Indonesia, Selasa, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengumumkan Kebijakan Satu Harga BBM. Kebijakan ini bertujuan untuk membuat harga BBM di Papua dan Papua Barat sama dengan harga di daerah lain di seluruh Indonesia.

Di bawah kebijakan baru, premium dijual Rp 6.450 (4,95 sen US) per liter sedangkan solar dan minyak tanah adalah harga di Rp 5.150 dan Rp 2.500 per liter, masing-masing.

Warga sekarang dapat membeli premium Rp 6.450 per liter sedangkan solar dijual Rp 5.150, jauh lebih rendah dari tarif sebelumnya, yang berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per liter,” kata Jokowi saat peluncuran One BBM Kebijakan Harga untuk Papua dan Papua Barat di Dekai, Yahukimo, Papua, Selasa.

Presiden berharap kebijakan tersebut akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Harga tidak boleh lebih dari Rp 10.000 per liter. Saya akan terus memantau ini. Kita tidak harus membiarkan hanya satu atau dua orang menikmati harga BBM dinikmati oleh bagian lain negara itu, sementara yang lain harus membeli bahan bakar dengan harga lebih tinggi, “kata Jokowi.

Dengan Satu BBM Kebijakan Harga, Presiden mengatakan perusahaan minyak dan gas milik negara Pertamina harus mengalokasikan Rp 800 miliar untuk subsidi setiap tahun.

“Yang paling penting adalah bukan tentang uang, tapi tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

BACA JUGA :  KPAI: Pendidikan Seks Harus Diajarkan di Sekolah

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan kebijakan bahan bakar satu-harga pemerintah di Papua dan Papua Barat bertujuan untuk membawa keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Selama peluncuran program di Nop Goliat Dekai di Yahukimo, Papua, pada Selasa, Jokowi mengatakan, pemerintah tidak boleh membiarkan ketidakadilan di Papua terus. Dengan program ini, kata dia, orang yang tinggal di provinsi paling timur negara itu bisa menikmati BBM dijual dengan harga yang sama di bagian barat dan tengah negara itu.

“Premi [BBM] harga sekarang Rp 6.450 [4,95 sen US] per liter. Selama ini, selama beberapa dekade, premium menjual Rp 50.000 per liter, dan kadang-kadang bahkan setinggi sekitar Rp 60.000 sampai 100.000 per liter, “kata Jokowi seperti dikutip dalam keterangan pers Press Presiden.

Jokowi mengatakan ia telah menginstruksikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan perusahaan energi Pertamina untuk segera melaksanakan kebijakan satu harga BBM, yang juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua dan Papua Barat.

“Kedua transportasi dan biaya logistik akan lebih murah, sehingga harga komoditas akan turun. Ini memang proses ‘langkah-demi-langkah’, “ia melanjutkan.

Untuk melaksanakan program tersebut, Pertamina anak Pelita Air Service, yang mengoperasikan pesawat Air Tractor AT-802 dengan kapasitas 4.000 liter akan menggunakan pesawat khusus untuk mendistribusikan BBM ke daerah-daerah terpencil. Pertamina juga telah menyisihkan sembilan agen distribusi BBM di 8 kabupaten di Papua dan Papua Barat.

Dengan kebijakan bahan bakar satu-harga, premium sekarang harga Rp 6.450 per liter sedangkan solar dan minyak tanah yang dijual Rp 5.150 dan Rp 2.500 per liter masing-masing.

Comments

Berita Terhangat

To Top