Politik

Ahok vs Sandiaga Bersaing Soal Transparansi

Ahok vs Sandiaga Bersaing Soal Transparansi ?

eKoran.co.id – Di tengah kontroversi atas tuduhan penghujatan yang dilontarkan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ada sedikit kepentingan umum dalam isu-isu yang lebih besar, seperti kekayaan dan kampanye dana pribadi gubernur berkuasa dan calon wakil gubernur Sandiaga “Sandi” Uno.

Memang kata-kata kasar terhadap Ahok, minoritas baik oleh ras dan agama, lebih sambutannya pada Quran dianggap sebagai masalah yang media tidak akan pernah bisa mengabaikan.

Tapi dalam rangka membangun demokrasi yang matang, kamar harus diberikan ke soal transparansi dalam pribadi kekayaan dan kampanye dana calon, sebagai debat tersebut mungkin memberikan informasi pemilih butuhkan sebelum memberikan suara mereka.

Jakarta diatur untuk melihat perlombaan tiga-kuda dalam pemilihan gubernur pada 15 Februari 2017. Ahok, dipasangkan dengan Wakil Gubernur Incumbent Djarot Saiful Hidayat, akan menghadapi Anies Baswedan dan pasangannya Sandi serta Agus Harimurti Yudhoyono yang telah bekerja sama dengan Sylviana Murni.

Terlepas dari motif mereka, Ahok dan Sandi layak apresiasi untuk meningkatkan topik kekayaan dan kampanye dana swasta, yang banyak politisi kaya dan pejabat pemerintah enggan untuk membahas secara terbuka.

Perdebatan telah memperoleh lebih penting, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa calon pos publik tidak pernah mengungkapkan mereka nyata kekayaan dan kampanye dana yang mereka kumpulkan dari donor, termasuk pengusaha dan perusahaan swasta.

Hukum menetapkan untuk sumbangan pribadi dan perusahaan untuk kandidat pemilihan.

BACA JUGA :  Jokowi-Ahok Periksa Proyek Besar Jakarta

Ahok tampaknya percaya bahwa Sandi, yang merupakan pengusaha kaya, memiliki masalah dengan kekayaannya diberikan partisipasinya dalam amnesti pajak.

Untuk Ahok, aplikasi Sandi untuk amnesti pajak membuktikan bahwa pengusaha muda mengaku memiliki pajak menghindari di masa lalu, meskipun bergabung dengan program pengampunan pajak berarti Indonesia telah membersihkan nama Sandi.

Lebih buruk lagi, Sandiaga tercatat antara lain dengan orang asal Indonesia yang disebut Panama Papers, serangkaian bocoran dokumen yang berisi informasi tentang aset yang diinvestasikan di perusahaan lepas pantai tersebut.

Panama Papers telah mendorong dewan etika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menegur kepala BPK Harry Azhar Azis, yang namanya juga masuk dalam daftar tersebut.

Sandi tidak hanya bersikap defensif. Dia telah berjuang kembali, mempertanyakan transparansi dalam sumber dana untuk Teman Ahok (Friends of Ahok), sebuah kelompok relawan pendukung Ahok.

Selama beberapa bulan kelompok yang mengumpulkan 1 juta salinan KTP dan tanda tangan, memungkinkan Ahok untuk kontes pemilihan sebagai calon independen. Ahok, namun, akhirnya memilih untuk berjalan di bawah spanduk partai politik.

Sandi lanjut menantang Ahok untuk membuktikan bahwa Ahok tidak diuntungkan dari kebijakan sebagai gubernur Jakarta.

Pemilih kini menunggu penjelasan dari kedua Ahok dan Sandi. Untuk memuaskan rasa ingin tahu masyarakat dan untuk kepentingan transparansi, dua kandidat harus mengambil tantangan ini.

Comments

Berita Terhangat

To Top