News

Tiga Kapal Vietnam Tertangkap Ilegal Fishing di Bintan

Tiga Kapal Vietnam Tertangkap Ilegal Fishing di Bintan

eKoran.co.id – Tiga kapal penangkap ikan berbendera Malaysia dari Vietnam ditangkap secara ilegal fishing di perairan Bintan, Kepulauan Riau, Kamis.

Kapal patroli KP Hiu 14 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap 48 warga Vietnam, yang merupakan anggota awak dari tiga kapal. kapal lain terdeteksi oleh kementerian berhasil melarikan diri ke perairan Malaysia.

Kementerian perikanan dan sumber daya kelautan pemantauan Direktorat jenderal kepala kantor (PSDKP) Batam Akhmadon mengatakan tiga kapal Vietnam ditahan karena mereka meluncur sekitar 22 mil dari Pulau Bintan.

“Kapal nelayan asing telah lebih dalam perairan Indonesia sementara dalam kasus-kasus sebelumnya, mereka hanya berani untuk ikan di wilayah perbatasan. Ini sangat ironis melihat bahwa praktik penangkapan ikan ilegal merajalela terus meskipun penegakan hukum sulit kami terhadap pelaku dengan menghancurkan kapal mereka, “kata Akhmadon pada hari Jumat.

Tiga kapal yang memiliki kapal mesin KM Murkhan 5, dengan 22 anggota awak, KM Karang 6 dengan 21 anggota awak dan KM JMS 00.637 dengan lima anggota awak.

BACA JUGA :  Jokowi Akan Kunjungi Korsel dan Rusia Pekan Depan

Personil patroli menemukan 3 ton dari berbagai jenis ikan di dalam fasilitas mesin pendingin di tiga kapal.

“Kami telah mengamankan mereka [kapal dan ikan] sebagai bukti. Kami berkoordinasi dengan kantor imigrasi secara hukum memproses 48 anggota awak dan berharap bahwa mereka akan dideportasi dengan segera,”kata Akhmadon.

Dia mengatakan para awak kapal dari tiga kapal akan dijerat Undang-Undang No.45 / 2009 tentang perikanan.

“Diharapkan dalam waktu 30 hari, dokumen kasus mereka dapat diserahkan ke pengadilan,” kata Akhmadon. “Kami akan terus memantau kasus berulang seperti ini hingga menimbulkan efek jera dari berbagai pihak.

‘Menjaga SDA ini menjadi salah satu bentuk menjaga kedaulatan Indonesia dan kami akan terus meningkatkan kinerja kami untuk menjaga apa yang dimiliki.”

Comments

Berita Terhangat

To Top