News

Batam Ingin “Hapus” Imigran Kota

Batam Ingin “Hapus” Imigran Kota

eKoran.co.id – Pemkot Batam telah mengirimkan surat kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, meminta kantor menteri itu untuk mengambil alih semua imigran di Batam, Kepulauan Riau.

Walikota Batam Muhammad Rudi, pada hari Kamis meminta pedoman menteri tentang bagaimana berurusan dengan “masalah-masalah sosial yang disebabkan oleh imigran” di Batam. Dia mengatakan tingginya jumlah pendatang tanpa pengawasan yang tinggal di fasilitas umum telah memberikan Batam citra negatif.

“Kami meminta para imigran untuk dihapus dari Batam, ini untuk memperbaiki beberapa masalah yang terjadi selama ini dan tentu saja melihat kedepannya dalam peraturan kota yang ditetapkan,” kata Rudi. “Kami ingin reputasi Batam sebagai tujuan investasi yang akan dipertahankan. Para imigran ini membentuk citra negati yang seharusnya tidak terjadi, ini akan merugikan investor dan perkembangan Batam.”

Kantor Imigrasi Batam mencatat 362 imigran di Batam, 280 di antaranya tinggal di Kolekta Hotel dan 61 di Kantor Pusat Penahanan Imigrasi. Biaya hidup imigran didanai oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

BACA JUGA :  Jokowi Mulai Pembangunan Pasar Di Papua

Ada juga 82 imigran yang tinggal di Aspirasi Taman di Batam. Mereka berasal dari Afghanistan, Irak, Pakistan, Somalia dan Ethiopia. kotamadya mengatakan imigran telah membuat taman menjadi “kotor”.

Juru bicara kota Batam, Ardiwinata mengatakan jumlah imigran di taman telah meningkat setiap minggu.

“Tidak ada pengawasan mereka. Ini berbahaya. Pemerintah pusat harus mempertimbangkan kearifan lokal ketika mereka memutuskan untuk mengakomodasi imigran, “katanya. “Ini akan menjadi pembanding dan bisa terjadi kesenjangan sosial, kami harus mendapatkan kasus ini dengan penyelesaian dari pusat.”

Baru-baru ini Kantor Imigrasi menangkap beberapa imigran laki-laki.

Batam sendiri kini dianggap sebagai kota potensial dari segala jenis perdagangan, namun masalah imigran diketahui sebagai penghambat perkembangan kota dan membuat beberapa masalah umum dalam kota.

Comments

Berita Terhangat

To Top