News

Komnas HAM Desak Cari Hilangnya Laporan Kasus Pembunuhan Munir

Komnas HAM Desak Cari Hilangnya Laporan Kasus Pembunuhan Munir

eKoran.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah meminta sekretaris negara untuk melakukan upaya untuk menemukan “hilang”nya laporan investigasi yang dibuat oleh tim pencari fakta atas pembunuhan pembela hak asasi terkemuka Munir Said Thalib.

Komisaris Komnas HAM,  Roichatul Aswidah mengatakan bahwa sekretaris negara, yang mengaku mereka tidak tahu tentang keberadaan laporan itu, harus berkoordinasi dengan lembaga negara lain atau anggota tim pencari fakta dengan akses ke arsip untuk menemukan dokumen investigasi.

“Jika [setelah semua upaya] dokumen investigasi tidak dapat ditemukan, pemerintah harus kemudian mendorong langkah-langkah untuk memastikan bahwa pengadilan putusan [kasus pembunuhan Munir] ditindaklanjuti,” kata Roichatul, Kamis.

Menemukan dokumen yang hilang akan menjadi awal bagi Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk memenuhi komitmennya untuk menemukan keadilan bagi Munir dan jandanya Suciwati setelah 12 tahun tanpa resolusi, yang juga bagian dari janjinya untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat di masa lalu, Roichatul menyatakan.

BACA JUGA :  Siapa Rosario Castellanos yang Jadi Google Doodle Hari Ini?

Komisi Informasi Pusat (KIP) memutuskan pada hari Senin bahwa laporan investigasi yang ditulis oleh tim pencari fakta yang ditugaskan pemerintah dan diserahkan kepada administrasi Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005 adalah informasi publik dan karena itu harus diungkapkan segera.

Pilot Garuda Pollycarpus Priyanto dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena meracuni Munir dengan arsenik selama singgah pada penerbangan ke Amsterdam pada 7 September 2004. Setelah diberikan remisi, ia dibebaskan pada bulan November 2014.

Namun hasil tersebut dianggap tidak memuaskan karena dianggap adanya beberapa oknum yang menutupi kasus ini hingga ditutup tanpa terungkap lebih lanjut.

Sebelumnya para aktivis HAM mendesakt pemerintahan Jokowi kembali menyelesaikan kasus lama yang dijanjikan pada masa kampanye sebelumnya, namun dengan dokumen yang dianggap hilang, kasus dan investigasi terkait Munir akan menjadi lebih sulit.

Comments

Berita Terhangat

To Top