Bisnis

BRISyariah Mengeluarkan Rp.1 triliun di Obligasi Syariah

BRISyariah Mengeluarkan Rp.1 triliun di Obligasi Syariah

eKoran.co.id – BRISyariah, anak perusahaan dari pemberi pinjaman milik negara Bank Rakyat Indonesia (BRI), berencana menerbitkan sukuk subordinasi (obligasi syariah) senilai Rp 1 triliun (US $ 76.800.000) tahun ini untuk memperkuat permodalan.

Pemberi pinjaman syariah mengharapkan untuk meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 21 persen, naik dari 14,3 persen saat ini.

“Saat ini, CAR kami benar-benar ketat, jadi jika tidak ada yang dilakukan, kapasitas pembiayaan kami akan terhambat,” Presiden direktur BRISyariah Moch. Hadi Santoso kepada wartawan di kantor pusat BRI di Jakarta, Rabu.

Tambahan modal akan membuka jalan bagi BRISyariah untuk memperluas kegiatan perbankan, tambahnya. Ikatan Islam akan menawarkan antara 9,5 persen dan 10,25 persen pada pembagian keuntungan dan akan jatuh tempo setelah tujuh tahun.

Periode book-building akan berlangsung dari 12 Oktober-26 Oktober dan masa penawaran akan dari 10 November ke 11. sukuk, dinilai A + oleh Fitch Ratings, dijadwalkan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 November

BRISyariah, anak perusahaan dari pemberi pinjaman milik negara Bank Rakyat Indonesia (BRI), memiliki rencana untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dalam dua tahun ke depan dalam upaya untuk mendapatkan alternatif sumber dana untuk memperluas bisnisnya.

BACA JUGA :  Bank Syariah Mandiri Berjuang Untuk Mengatasi Kredit Macet

“Kami akan menyiapkan rencana IPO pada 2017. Setelah itu selesai, kami akan siap untuk IPO pada 2018,” direktur bisnis BRISyariah Indra Praseno kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Presiden Direktur BRISyariah Moch.Hadi Santoso mengatakan perusahaan berencana untuk merilis sekitar Rp 1 triliun (US $ 76.730.000) senilai modal ke bursa.

BRISyariah akan menggunakan dana yang diperoleh dari IPO untuk memperkuat modal dan memperluas portofolio pendanaan ke sektor infrastruktur. Portofolio saat ini sebagian besar melayani segmen ritel dan bisnis, katanya.

Hadi menambahkan bahwa BRISyariah telah mulai mendanai proyek jalan tol untuk perusahaan milik negara, meskipun angka itu tidak terlalu signifikan.

Dengan semakin banyak orang menjadi semakin tertarik menggunakan jasa perbankan syariah, kata dia, kesempatan untuk BRISyariah untuk memperluas layanannya telah membaik.

BRISyariah bertujuan untuk memperluas pembiayaan total Rp 18,8 triliun pada akhir tahun ini dari sekitar Rp 17,7 triliun, pada bulan September 2016, kata Indra.

Comments

Berita Terhangat

To Top