Politik

KPU: Tidak Boleh Ada Doorprize Selama Kampanye Pemilu

KPU Tidak Boleh Ada Doorprize Selama Kampanye Pemilu

eKoran.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melarang semua kandidat pilkada dari memegang acara kampanye dengan doorprize untuk pilkada serentak pada tahun 2017.

Acara dengan hadiah gratis bagi peserta melanggar peraturan KPU 2016, komisioner Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan pada hari Selasa. Tidak ada kandidat yang berjalan dalam pemilu tahun depan mungkin menawarkan hadiah selama kampanye mereka, termasuk kampanye melalui media sosial.

Sering di acara-acara atau pertemuan penyelenggara akan menyediakan hadiah-hadiah mahal seperti lemari es, umroh, televisi atau sepeda motor untuk menarik pengunjung yang berpartisipasi dalam acara tersebut.

Menurut peraturan yang sama, calon diperbolehkan untuk mengadakan kompetisi seperti acara-acara budaya atau olahraga tetapi hanya dapat penghargaan hadiah dalam bentuk barang senilai kurang dari Rp 1 juta (USD $ 77), kata Ferry. Selanjutnya, calon gubernur hanya bisa menampung maksimal dua kompetisi sementara kandidat pemimpin kabupaten dan kota hanya bisa memegang salah satu kompetisi selama masa kampanye, yang berlangsung dari 28 Oktober – 11 Februari

BACA JUGA :  Fraksi PPP Nyatakan Dukungan Untuk Ahok-Djarot

Ketua KPU Juri Ardiantoro juga menekankan bahwa pemilihan calon tidak harus menyerahkan uang tunai untuk kampanye peserta karena hal ini akan dianggap sebagai pembelian suara. KPU juga menetapkan bahwa calon hanya bisa menghabiskan maksimal Rp 25.000 pada atribut kampanye seperti pena, topi, T-shirt dan kalender.

Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung di Februari 2017 di 101 daerah, termasuk tujuh provinsi di seluruh Indonesia.

Diketahui sebelumnya bahwa pimlu sering terjadi dengan cara kecurangan klasik yang disebut “serangan fajar” demi mendapatkan suara terbanyak. Hal ini sudah dilarang namun masih menjamur dari setiap wilayah.

Diharapkan dengan penetapan masalah pemilu tersebut beserta aturannya, para calon kepala daerah bisa lebih sportif dan jujur dalam pemilu, karena akan berdampak pada masalah sosial hingga menarik kasus korupsi di masa mendatang.

Comments

Berita Terhangat

To Top