News

Komnas Perempuan Sebut Adanya Pelayanan Diskriminasi

Komnas Perempuan Sebut Adanya Pelayanan Diskriminasi

eKoran.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga diserang pada hari Selasa untuk melarang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk mengambil bagian dalam kompetisi kreatif.

Menindak keras soal itu, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), yang mengatakan kepada kementerian bahwa negara tidak boleh mendikte orientasi seksual warganya.

“Orientasi seksual seseorang tidak harus dikuasai oleh negara. Selain itu, tidak ada hubungan antara identitas gender dan prestasi, “Magdalena Sitorus, komisaris Komnas Perempuan, mengatakan kepada The Jakarta Post.

Dia meratapi berapa banyak pejabat pemerintah tidak memiliki pengetahuan tentang isu-isu LGBT, seperti jelas dari kecenderungan mereka untuk mengasosiasikan orientasi LGBT dengan gangguan mental.

Kementerian mengadakan kompetisi kreatif nasional di berbagai bidang, seperti informasi dan teknologi, film dan fashion. Dari 34 pemuda yang mewakili provinsi, 10 akan dipilih sebagai duta muda.

Komnas Perempuan telah mengajukan keberatan kepada prasyarat panitia diperlukan dari calon peserta. Bahwa mereka secara fisik dan mental yang sehat dan tidak berlatih santai atau “menyimpang” nya masalah seks, yang disebutnya sebagai “LGBT” dan klaim peserta tentang mereka perilaku seksual harus dibuktikan oleh seorang dokter medis.

BACA JUGA :  Indonesia Melawan Kasus Kekerasan Seksual

“Duta pemuda kreatif harus sehat. Mari saya bertanya, apakah Anda pikir orang menyimpang secara seksual cocok untuk menjadi duta? “Eni Budi Sri Haryani, wakil asisten menteri pemuda dan olahraga mengatakan.

Dengan apa yang terjadi pada Selasa sore, kementerian telah kembali bernada syarat dan ketentuan kompetisi. Kata LGBT telah dihapus, tetapi masih mengatakan orang dengan “perilaku seksual yang menyimpang” dilarang untuk mengambil bagian.

Masalah terkait LGBT ini sebelumnya memang menjadi masalah sosial yang mengakar, karena dianggap sebagai perilaku menyimpang dan bisa menular dimulai dari kebiasaan hingga penyakit. Pemerintah sendiri belum membuat aturan pasti terkait LGBT ini.

Comments

Berita Terhangat

To Top