News

Khotbah Dalam Pemilu Politik ?

Khotbah Dalam Pemilu Politik ?

eKoran.co.id – Dalam panasnya pemilihan gubernur Jakarta, untuk pertama kalinya dalam sejarah, pelopornya adalah seorang Kristen dan Cina-Indonesia, otoritas keagamaan bangsa menyerukan pengkhotbah untuk menghindari pembicaraan politik dalam khotbah mereka.

Sebuah takut meningkatnya sektarianisme dalam pemilu telah muncul setelah Amien Rais, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), menyarankan jemaat selama sholat Idul Adha di sebuah masjid di Jakarta Utara untuk tidak memilih Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, yang telah menduduki banyak jajak pendapat politik akhir-akhir sebagai kandidat paling pantas dipilih.

Amien dilaporkan mengatakan kepada jemaat untuk memilih calon gubernur “yang tidak memiliki kecenderungan untuk penggusuran, yang tidak melayani kepentingan kapitalis”. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dikonfirmasi setelah khotbah dimana dia merujuk Ahok.

Sejak mengambil jabatan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2014, Ahok telah melakukan penggusuran untuk membuat jalan bagi apa yang ia klaim adalah proyek penting bagi kota. Kebijakan kontroversial telah memicu protes dari aktivis hak asasi manusia serta serangan politik dari musuh-musuhnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menegur Amien yang memperkenalkan politik ke dalam khotbahnya, mengatakan bahwa sebagai seorang politikus senior dia seharusnya tahu lebih baik.

“Itu tidak baik. Ini bisa menjadi masalah jika orang menggunakan khotbah untuk menyerang satu sama lain, “kata MUI.

Rumah ibadah dan lembaga pendidikan adalah salah satu tempat di mana kampanye politik tidak menjadi tempat yang diperbolehkan. Tradisi ini sebenarnya diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Abdul Mukti, sekretaris jenderal Muhammadiyah, mengatakan organisasi memerlukan semua anggotanya untuk mematuhi semua peraturan dan undang-undang di negara ini. Amien menjabat sebagai mantan ketua Muhammadiyah.

BACA JUGA :  Risma Bakal Razia Semua Warnet di Surabaya

Dia mengatakan jika Amien, yang dulu dikenal sebagai pemimpin gerakan reformasi, diduga melanggar peraturan pemilu, maka ia harus dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Saat pemilihan gubernur Jakarta semakin dekat, panas politik yang dihasilkan oleh acara diyakini telah digerogoti ke ranah agama dan kasus Amien bisa menjadi ujungnya.

Sektarianisme adalah sebuah masalah selama pemilihan gubernur Jakarta 2012 saat Ahok diduetkan bersama Walikota Surakarta Joko “Jokowi” Widodo. Pada saat itu, penyanyi dangdut Rhoma Irama meminta para pemilih Muslim untuk tidak memilih Jokowi, yang dia klaim bahwa ibunya adalah seorang Kristen.

Dia membuat pernyataan itu saat menyampaikan khotbah di Masjid Al Isra di Jakarta Barat. Insiden ini dilaporkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Bicara tentang pemilihan Jakarta mungkin juga masuk ke gereja. Sebuah video di YouTube menunjukkan seorang wanita berbicara di depan jemaat gereja, memuji Ahok dan memanggilnya pemimpin masa depan. Tidak jelas di mana atau kapan video itu diambil.

Jeirry Sumampow, juru bicara Persatuan Gereja Indonesia (PGI), mengatakan organisasinya telah meminta semua anggotanya di seluruh negeri untuk menghindari melakukan kampanye politik di gereja-gereja karena ini bisa berkembang menjadi isu yang sangat sensitif.

Beberapa analis politik percaya bahwa mengkritik tokoh-tokoh politik, bahkan jika kritik yang disampaikan di sebuah rumah ibadah, baik-baik saja dalam demokrasi selama kritik ditujukan untuk memperbaiki kebijakan yang ada.

Comments

Berita Terhangat

To Top