News

Polisi Selidiki Kemungkinan Keterlibatan ISIS Atas Penyerangan Gereja di Medan

Polisi Selidiki Kemungkinan Keterlibatan ISIS Atas Penyerangan Gereja di Medan

eKoran.co.id – Polda Sumut mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa tersangka dalam serangan Gereja Katolik St. Yosep di Medan tidak bertindak sendiri dan mungkin memiliki koneksi dengan gerakan ISIS.

Kombes. Nur Fallah, direktur Polda Sumut kejahatan umum, kata tersangka kepada polisi selama interogasi bahwa ia diperintahkan untuk membawa bom dan meledakkannya di gereja di Jl. Dr Mansyur.

“Polisi sedang memburu rekan-rekannya,” kata Nur.

Beberapa gereja mengatakan mereka melihat dua orang lari dari gereja ketika bom gagal meledak benar. Anggota jemaat mengatakan mereka tidak benar-benar memperhatikan dua orang karena mereka sibuk berusaha menyelamatkan diri sementara yang lain berusaha untuk mencegah tersangka, yang diidentifikasi sebagai Ivan Armadi Hasugian, 18, dari mencoba untuk membunuh imam, Albert Pandiangan.

Nur mengatakan mereka juga menyelidiki keterlibatan ISIS dalam serangan teror terhadap gereja menyusul penemuan dokumen dengan symbol ISIS dalam dompet tersangka.

Pada tanggal 26 Juli, dua penyerang menggorok tenggorokan seorang pendeta berusia 85 tahun, Jacques Hamel, selama Misa di sebuah gereja di Rouen di Perancis barat. Kelompok IS mengaku bertanggung jawab atas serangan, di mana imam, dua biarawati dan pasangan tua disandera sebelum dua orang memangkas tenggorokan imam dan luka parah orang lain.

BACA JUGA :  Kasus Pelecehan Kembali Terjadi Pada Pramugari Garuda Indonesia

Vero, seorang anggota jemaat Gereja Katolik St. Yosep di Medan, Sumatera Utara, shock setelah menyadari pria yang duduk tepat di sampingnya berusaha mengebom gerejanya selama Misa pada hari Minggu.

Dia mengatakan dia telah mencurigai dia dari awal karena ia gelisah selama Misa. Dia juga tampak tidak tahu apa yang harus dilakukan selama layanan.

“Dia gelisah sepanjang waktu. Dia juga tidak bisa mengikuti ritual kami, “Vero kepada The Jakarta Post setelah pemboman itu dan percobaan pembunuhan terhadap imam di gereja.

Ketika Pastor Albertus Pandiangan memulai khotbahnya, Vero mengatakan, tersangka mengambil beberapa kabel dan menghubungkan mereka ke sesuatu yang diduga adalah detonator. Hal ini menyebabkan ledakan kecil, katanya.

Comments

Berita Terhangat

To Top