Internasional

Rusia Akan ASEAN Menciptakan Struktur Keamanan Komperehensif

Rusia Akan ASEAN Menciptakan Struktur Keamanan Komperehensif

eKoran.co.id – Rusia berkomitmen untuk bekerja sama dengan ASEAN dalam membangun arsitektur keamanan baru yang akan mencakup kawasan Asia-Pasifik, diplomat mengatakan.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengatakan menteri luar negeri Rusia dan ASEAN telah membahas kerjasama lebih lanjut dalam penciptaan aliansi militer yang komprehensif selama East Asia Summit (EAS) yang merupakan bagian dari ASEAN Ministers Meeting (AMM) di Vientiane, Laos selama akhir pekan.

Galuzin dikutip kurangnya aliansi militer terpadu di kawasan Asia-Pasifik sebagai alasan Rusia tertarik dalam membantu pengelompokan membuat kerangka pertahanan terintegrasi.

“Tidak ada kolektif, dikombinasikan, arsitektur keamanan yang komprehensif di mana semua negara Asia Pasifik yang terlibat, dan yang akan menjamin keamanan yang sama bagi semua Asia Pasifik,” kata Galuzin dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, kerja sama tersebut akan didasarkan pada prinsip-prinsip yang akan menghormati kepentingan semua negara yang terlibat dan menciptakan suasana kondusif untuk isu-isu kompleks di seluruh wilayah.

BACA JUGA :  Pesawat Aircraft Terbesar di Dunia Alami Kecelakaan Saat Uji Coba

Ada lima putaran konsultasi antara para ahli dari negara-negara anggota EAS, Galuzin mengatakan, dengan yang terbaru yang diadakan di Beijing, Cina, pada bulan Juni. Thailand kemungkinan besar akan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya setelah niat dinyatakan dalam pertemuan di Laos, tambahnya.

Rusia dan ASEAN menteri luar negeri juga membahas kerjasama lebih lanjut di kontraterorisme, Galuzin mengatakan, menambahkan bahwa Rusia akan melanjutkan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum negara anggota ASEAN.

ASEAN sendiri kini menghadapi beberapa masalah dari berbagai bidang, dimulai ekonomi hingga pertahanan yang mengancam karena adanya ideologi-ideologi keagamaan yang ekstrem dan mengancam para pelaut di ASEAN. Sejauh ini sendiri, telah terjadi pembajakan terhadap kapal Indonesia sebanyak tiga kali dalam setahun terakhir.

Comments

Berita Terhangat

To Top