News

Orang Tua Mendesak Keluarkan Nama-Nama Korban Vaksin Palsu

Orang Tua Mendesak Keluarkan Nama-Nama Korban Vaksin Palsu

eKoran.co.id – Puluhan orang tua mengadakan aksi damai di depan Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, menuntut rumah sakit mengungkapkan nama-nama pasien yang divaksinasi pada periode antara 2003 dan 2016.

“Kami menggelar reli ini, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, untuk menuntut rumah sakit bertanggung jawab untuk anak-anak kita dan tidak mengabaikan permintaan kami,” kata August Siregar, ketua aliansi orangtua korban vaksin palsu di Harapan Bunda.

Dia lebih lanjut mengatakan kelompok itu ingin Harapan Bunda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada bayi divaksinasi di rumah sakit untuk mencari tahu yang telah disuntik dengan vaksin palsu.

Kepala komite medis rumah sakit, Seto Hanggoro, mengatakan sebelumnya semua vaksin diberikan sebelum Maret tahun ini dan dibayar melalui kasir rumah sakit yang asli.

Polri telah menjadikan dokter anak Harapan Bunda Indra Sugiarno dan perawat, yang diidentifikasi hanya sebagai Ina, tersangka karena diduga pemberian vaksin palsu untuk bayi di rumah sakit.

BACA JUGA :  Siapa Jean Batten yang Jadi Google Doodle Hari Ini?

Harapan Bunda adalah diantara 14 fasilitas kesehatan yang dituduh pemberian vaksin palsu untuk pasien mereka. Sampai sekarang, orang tua mengatakan, anak-anak mereka belum kembali divaksinasi sejak Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengungkapkan nama-nama rumah sakit pada 14 Juni lalu.

Agus lebih lanjut mengatakan orang tua tidak bisa kembali vaksinasi anak-anak mereka di pos kesehatan terpadu (Posyandu) karena tulisan yang diperlukan mereka untuk memberikan surat rekomendasi dari rumah sakit.

Manajemen rumah sakit sejauh ini menolak untuk memberikan klarifikasi atas masalah vaksinasi atau untuk menanggapi permintaan orang tua, tambahnya.

Dengan maraknya korban vaksin palsu, dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kecacatan fisik dan mental dalam diri anak-anak mereka. Jika terbukti memiliki dampak negative, tentu para orang tua akan menuntut ganti rugi.

Comments

Berita Terhangat

To Top