News

Café Jamban, Awal Kreatif Untuk Gaya Hidup Sanitasi

Café Jamban, Awal Kreatif Untuk Gaya Hidup Sanitasi

eKoran.co.id – Anda mungkin akan terkejut melihat spanduk besar bertuliskan “Cafe Jamban” di depan sebuah ruko di Jl. Untung Suropati 445 di Semarang, Jawa Tengah. Apa hubungan antara kafe dan Jamban (toilet)?

Saya mendapat jawaban atas pertanyaan ini ketika saya mampir kafe baru-baru ini. Di kafe ini, semua makanan dan minuman yang disajikan di alat yang sangat mirip toilet jongkok. Delapan kursi untuk pengunjung kafe juga dirancang agar terlihat seperti toilet jongkok.

Toilet Café adalah gagasan berani dari Budi Laksono, 53, seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi. Ia mengatakan ia menjadi sadar akan pentingnya toilet untuk kesehatan masyarakat ketika dia adalah seorang siswa SMA. Kesadarannya semakin kuat saat ia mengejar studi lebih lanjut di Universitas Sekolah Kedokteran Diponegoro pada tahun 1982.

“Dengan Jamban Café Saya hanya ingin mendorong orang untuk menjadi sadar akan pentingnya gaya hidup sehat,” kata Budi.

“Saya terinspirasi untuk membangun kafe ini ketika saya mengunjungi Korea Selatan pada tahun 2013. Saya melihat sebuah museum toilet [Sanitasi Museum], di sebuah bangunan yang tampak seperti lemari. Pesan utama dalam penciptaan museum tersebut adalah untuk mendorong orang untuk menjalani gaya hidup sehat, “ia melanjutkan.

BACA JUGA :  VIDEO : Pemuda Pemakai Pin PKI yang Apes

Budi lebih lanjut menjelaskan bahwa di Indonesia, 94 juta orang masih dilakukan buang air besar terbuka, yang berarti bahwa sekitar 38 persen penduduk tidak memiliki toilet.

“Dalam periode 2013-2014, saya membuat 3.500 toilet diperintahkan oleh Militer Komando Daerah IV / Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Tiga bulan yang lalu, saya membuka Jamban Café, yang bertujuan untuk menyoroti pentingnya toilet. Saya ingin mendorong orang untuk belajar hidup sehat, “kata Budi.

Pada awalnya, idenya menarik kritik keras dari masyarakat. “Beberapa dari mereka menuduh saya menjadi seorang kafir, mengatakan café saya najis [kotor]. Butuh waktu dan kesabaran untuk memperkenalkan kafe ini kepada orang-orang, “katanya.

Budi mengatakan toilet sangat penting, tetapi banyak orang Indonesia masih menganggap yang paling penting dibandingkan dengan bagian lain dari rumah mereka. “Biasanya, toilet adalah bagian terakhir dari rumah orang yang akan dibangun,” katanya.

Dengan Jamban Café, Budi mengatakan, ia ingin mendorong siswa dan masyarakatnya pada umumnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang sanitasi yang layak.

Comments

Berita Terhangat

To Top