Internasional

Korea Utara Memutuskan Hubungan Dengan Amerika Serikat

Korea Utara Memutuskan Hubungan Dengan Amerika Serikat

eKoran.co.idKorea Utara (Korut) di bawah kepemimpinan Kim Jong-un telah memutuskan hungan dengan Amerika Serikat (AS).

Hal ini karena tindakan AS yang memasukkan pemimpin tertinggi Korut itu ke dalam daftar hitam sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM).

Dari kebijakan itu, semua komunikasi antar negara harus dilakukan melalui dewan keamanan PBB. Salah satu komunikasi AS yang sedang gencar adalah terkait penahanan warga AS yang ditahan pihak pemerintah Korut.

Karena kedua negara ini sedang bersitengang, maka pembicaran mereka harus dibawah hukum perang (wartime law). Hal ini untuk meminimalisir adanya gencatan senjata antara kedua pihak.

Seperti dilansir dari KCNA, pihak Pemerintah Korut akan terus melakukan segala upaya untuk mengabulkan tuntutannya terkait sanksi yang diberikan oleh AS.

Salah satu langkah awal yang dilakukan Pemerintah Korut adalah dengan memutus saluran kontak New York. Padahal saluran komunikasi itu adalah satu-satunya media antara Korut dan AS untuk saling komunikasi. Demikian sebagaimana dilansir dari Express, Selasa (12/7/2016).

Keputusan Pemerintah Korut semakin menambah keburukan antara kedua negara hingga titik yang paling rendah. Langkah Korut yang bisa dibilang sangat nekat itu juga membuat tensi negara AS semakin meningkat.

BACA JUGA :  Twitter Akan Dijual ke Google ?

AS yang merasa benar juga tidak mau diam saja. Hal ini karena pihak pemerintah AS meyakini kalau tindakan Kim Jong-un telah kelur batas. Bahkan mereka juga menganggap pemimpin Korut itu sebagai orang yang paling jahar di dunia ini.

Sebelumya, AS sudah menjalin komunikasi dengan Korsel untuk mengerahkan sistem pertahanan misil di Korea Selatan (Korsel).

Korut yang merasa terancam akan hal itu juga tidak mau tinggal diam saja. Mereka bahka telah mengklaim kalau punya senjata nuklir yang bisa mengancam nagara Korsel dan AS.

Sementara itu, pihak militer AS yang berbasis di Korut menjelaskan kalau ada gambar satelit pada 7 Juli 2016 yang menggambarkan tingkat aktivitas yang tinggi di situs uji coba nuklir Korut.

Walaupun seperti itu, pihak AS tidak takut karena mereka tahu secara jelas apa penyebab meningkatnya aktivitas di tempat tersebut.

Comments

Berita Terhangat

To Top