News

Kecelakaan Mudik Lebaran 2016 Turun Hingga 25 Persen

Kecelakaan Mudik Lebaran 2016 Turun Hingga 25 Persen

eKoran.co.id – Kecelakaan mudik memang selalu terjadi saat menjelang lebaran. Namun untuk lebaran 2016 ini mengalami penurunan kecelakaan hingga 25 persen.

Dari data yang didapatkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, menerangkan kalau jumlah kecelakaan di seluruh wilayah Indonesia pada arus mudik Lebaran 2016 selama lima hari terakhir Kamis (30/6) sampai Senin (4/7) mengalami penurunan hingga 25 persen jika dibandingkan Lebaran 2015.

“Terhitung lima hari sejak Kamis sampai Senin, jumlah kecelakaan sebanyak 856 peristiwa. Kalau kita bandingkan dengan 2015 terjadi 1.022 kecelakaan jadi mengalami penurunan 25 persen,” ungkap Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto pada konferensi pers di Gedung NTMC Korlantas Polri Jakarta, Selasa (5/7).

Agung Budi Maryoto juga menjelaskan kalau kobar meninggal dunia akibat kecelakaan saat arus mudik lebaran selama H-6 sampai H-2 lebaran 2016 hanya ada 172 orang saja. Sedangkan untuk waktu yang sama pada tahun lalu mencapai 229 orang. Dari hasil tersebut bisa disimpulkan kalau mengalami penurunan hingga 25 persen.

Dari 172 orang yang meninggal dunia itu, 53 persen korban kecelakaan merupakan pengendara sepeda motor.

BACA JUGA :  Narkoba Disita Dari Penjara Kerobokan

“Penyebab meninggal dunia 53 persen terlibat sepeda motor. Ini murni kecelakaan bukan lalai karena kelelahan,” kata Agung.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Irjen Pol Puji Hartanto Iskandar menjelaskan penyebab kecelakaan bisa dilihat dari jumlah korban terbanyak pada siang atau malam hari.

“Tinggal dilihat malam hari atau siang hari. Kalau memang datanya malam hari, sesuai saran kami untuk tidak berangkat melaksanakan kegiatan mudik di jalan pada malam hari,” ungkap Puji.

Dirinya juga mengimbau kepada Korlantas Polri supaya menindak tegas dan mengistirahatkan pengendara sepeda motor serta mengalihkan ke kawasan peristirahatan umum (rest area), Kantor Polsek terdekat dan Kantor Koramil. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi kecelakaan saat mudik di malam hari.

Kementerian Perhubungan juga tidak memberikan larangan untuk para penjual makanan dan minuman “tentengan” jika dalam batas wajar. Namun mereka melarang jika ada penjual yang buka warung dengan tenda baru.

“Kalau jual tentengan karena ingin membantu keluarga di jalanan yang memerlukan masih oke saja selama terkendali. Kalau jualan pinggir jalan pakai tenda baru tidak boleh,” tandas Puji.

Comments

Berita Terhangat

To Top