Sains

Astronot Ini Tidak Mandi 6 Bulan Selama Di Antariksa

Astronot Ini Tidak Mandi 6 Bulan Selama Di Antariksa

eKoran.co.id – Astronot yang berasal dari Inggris baru saja pulang ke Bumi setelah melakukan penelitian di antariksa selama enam bulan. Ia menjalankan misi ini dari Badan Antariksa Eropa (ESA) ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) Tim Peak.

Kepulangan dari astronot ini sudah ditunggu oleh para peneliti yang penasaran dengan kondisi tubuh dan pikiran Peak selama di ruang hampa. Para peneliti ingin sekali melakukan penelitian padanya untuk mendapatkan informasi yang sangat penting sekali.

Astronot Inggris ini kembali ke Bumi dan langsung mendarat di kawasan padang Kazakhstan, Sabtu kemarin. Dengan dibantu oleh tim ESA yang bersiap di lokasi pendaratan, Peak langsung dibawa ke markas ESA yang ada di Cologne, Jerman.

Walaupun baru selesai menjalankan misi di antariksa, ESA juga memberikan waktu untuk Peak supaya melepas rindu dengan sang kekasih Rebecca dan juga kedua anaknya yang masih kecil. Bukan hanya itu saja, ESA juga sudah menyiapkan ahli bedah awak untuk memeriksa kondisi tubuhnya.

ESA juga memberikan fasilitas lengkap kepada Peak, termasuk makanan penggugah selera makan. Yang mana selama di antariksa ia hanya diberikan makanan khusus. Selain itu ia juga diberikan kamar mandi khusus supaya bisa membersihkan dirinya. Karena selama enam bulan di antariksa dirinya tidak pernah mandi.

BACA JUGA :  Google Merayakan Hari Bumi Dengan Bioma

Seperti yang dilansir dari The Guardian, Senin, 20 Juni 2016. ESA melakukan penelitian dalam bidang medis yang ada di antariksa. Yang mana mereka akan meneliti semua kondisi tubuh dan pikiran Peak terkini setelah berada di ruang hampa udara dalam kurun waktu yang lama.

“Banyak ilmuwan akan bersemangat untuk mendapatkan lebih banyak data tentang bagaimana tubuh dan pikiran bereaksi terhadap Peak di ruang hampa. Pertama-tama, kita biarkan dulu Peak untuk kembali beradaptasi hidup di Bumi lagi,” ujar ESA dalam pernyataannya.

Ini merupakan pengalaman pertama untuk Peak menjelajah antariksa. Sebelumnya ia berangkat ke ruang angkasa pada Desember 2015, namun ia tidak sendirian karena ia menuju ke ISS bersama astronot NASA Tim Kopra dan komandan Kosmonot Yuri Malenchenko. Mereka bertiga pun melakukan 250 percobaan biologi, bioteknologi, ilmu fisika, dan ilmu bumi. Semua penelitian yang mereka lakukan itu akan sangat berguna sekali untuk ilmu masa depan.

Comments

Berita Terhangat

To Top