Internasional

Indonesia dan Hong Kong Jalin Kerjasama Terkait Migran Bermasalah

Indonesia dan Hong Kong Jalin Kerjasama Terkait Migran Bermasalah

eKoran.co.id – Indonesia dan Hong Kong telah mengintensifkan kerjasama terkait  imigrasi dan tenaga kerja dengan membentuk kelompok kerja bersama untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh Indonesia yang berada di Hong Kong.

“Kerjasama dalam pekerjaan dan imigrasi antara Indonesia dan Hong Kong penting bagi kedua belah pihak,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam pertemuan dengan Sekretaris Hong Kong untuk Keamanan Lai Tung-kwok, menurut sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Retno juga menyatakan keprihatinan dia Lai Tung-kwok mengenai kasus hukum yang terkait dengan pelaksanaan Manajemen Imigrasi dan Sistem Informasi negara, di mana beberapa warga telah dituduh memberikan informasi palsu karena data tidak cocok dengan paspor dan visa mereka.

Sebagai tanggapan, Lai Tung-kwok mengatakan hubungan bilateral yang kuat antara wilayah administrasi khusus China dan Indonesia akan membantu memecahkan masalah tersebut.

BACA JUGA :  Indonesia 'Berbicara Dengan Cina' Terkait Laut Cina Selatan

Pemerintah Hong Kong menyambut baik usulan menteri untuk memperkuat kerjasama di bidang imigrasi melalui nota kesepahaman antara instansi terkait. Kelompok kerja yang baru didirikan merupakan kerjasama antara Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong dan kantor Imigrasi Hong Kong.

Menurut data kementerian, saat ini ada 168.000 buruh migran Indonesia di Hong Kong, kelompok terbesar kedua pekerja di luar negeri setelah Filipina.

Awal bulan ini, otoritas imigrasi Hong Kong menyelidiki sejumlah warga negara Indonesia karena diduga memberikan informasi pribadi palsu di paspor mereka, beberapa di antaranya telah diterbitkan dengan dokumen diubah, sementara yang lain menghadapi tuntutan pidana.

Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan Indonesia dan Hongkong dapat memperketat tentang aturan kedua Negara terkait Migran  dan Tenaga Kerja agar tidak ada lagi yang bermasalah, hal itu juga sebagai perlundungan tenaga kerja Indonesia di Hongkong.

Comments

Berita Terhangat

To Top