News

Menteri Agama : Yang Berpuasa dan Yang Tidak Berpuasa Harus Saling Menghormati

Menteri Agama : Yang Berpuasa dan Yang Tidak Berpuasa Harus Saling Menghormati

eKoran.co.id –¬†Menteri Agama, yaitu Lukman Hakim Saifuddin berpesan agar toleransi harus saling dijunjung tinggi selama di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah ini. Kelompok masyarakat yang berpuasa serta yang tidak berpuasa harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

“Yang tak puasa menghormati orang yang puasa. Yang puasa juga menghormati saudaranya yang tidak puasa. Jadi, kita semua saling menghormati.” kata Lukman Hakim Saifuddin saat di Kompleks Istana Kepresidenan pada Hari Senin, 13 Juni 2016.

Menteri Agaman tersebut juga berpesan agar kepada umat Muslim yang ada di Indonesia ini memperkuat persaudaraannya sebangsa dalam bulan Ramadan yang penuh dengan berkah ini.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Lukman Hakim Saifuddin juga merupakan salah satu jawaban dari peristiwa razia Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Serang terhadap lapak warteg milik Ibu Saeni yang berusia 53 tahun, pada Hari Rabu, 8 Juni 2016 kemarin. Razia itu menuai kecaman dari banyak di kalangan netizen.

Tidak hanya itu saja, banyak juga netizen yang mendukung agar warung-warung tutup saat berpuasa, karena hal ini dengan alasan kuat, tidak harus tutup selama 24 jam, hanya ganti jam saja yang biasanya berjualan di siang hari, di Bulan Ramadan berjualan di sore hari.

BACA JUGA :  Buah-buahan, Solusi untuk Berbuka Puasa Sehat

Menyikapi dari razia itu sendiri, Lukman Hakim Saifuddin secara khusus mengatakan, ada pesan yang bisa dimaknai, yaitu dengan penegakan hukum di mana hukum yang seharusnya lebih bisa mengedepankan pendekatan persuasif daripada pendekatan represif.

“Jadi kami berharap mudah-mudahan cara-caranya lebih manusiawi sehingga tak menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.” ungkap Lukman Hakim Saifuddin.

Lukman Hakim Saifuddin sendiri enggan untuk memberi komentar saat dirinya diminta memberi tanggapan mengenai banyak peraturan daerah yang menjadi payung hukum razia lapak makanan selama di bulan puasa. Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan hal tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri.

Banyak yang bermunculan ungkapan penyesalan terhadap razia yang dilakukan oleh Satpol PP karena caranya yang terkesan memaksa, tidak hanya itu saja, malah ada yang berhasil membuat penggalangan dana. Di sisi lain, banyak yang memberi respon lain dengan adanya penutupan warung di siang bolong itu juga bisa menghindarkan dari niat dan kesempatan nafsunya.

Comments

Berita Terhangat

To Top