Sains

Ternyata Teh Bisa Membantu Manusia Di Mars

Ternyata Teh Bisa Membantu Manusia Di Mars

eKoran.co.id – Siapa yang tidak kenal dengan teh? Semua orang pasti tahu yang namanya teh. Karena teh memiliki banyak sekali manfaat, seperti membantu membakar lemak, sumber antioksidan, hingga meredakan stres. Ternyata bukan hanya itu saja, karena sekarang teh bisa membantu manusia hidup di Mars.

Pasti anda bingungkan, simak baik-baik penjelasan berikut ini.

Teh memiliki banyak sekali jenisnya, namun yang paling dikenal dunia adalah teh jenis kombucha. Teh jenis ini dapat dihasilkan lewat proses fermentasi dengan Komagataeibacter rhaeticus.

Setelah proses fermentasi, pasti teh tersebut menghasilkan bakteri. Kemudian bakteri yang ada di dalam kombucha itu bisa menghasilkan beragam jenis selulosa. Saat ini pemanfaatannya juga sudah luas sekali. Mulai dari kosmetik hingga pengganti kulit, serta pangan seperti nata de coco.

Saat ini tim peneliti dari Imperial College London juga sudah mengembangkan alat untuk perangkat DNA. Dengan alat ini, mereka bisa memproduksi selulos yang lebih terkontrol. Itu artinya bentuk, pola, maupun ukurannya bisa diatur dengan alat tersebut.

“Yang membuat pendekatan ini menjanjikan, kami telah menunjukkan bahwa produksi selulosa bisa dikontrol secara genetik, kita bisa memproduksi material dengan berbagai bentuk, pola, dan ukuran,” ungkap Michael Florea, pimpinan tim riset.

Bukan hanya itu saja, mereka juga bakal membuat inovasi untuk menggabungkan selulosa dengan protein atau biomolekul yang lain.

BACA JUGA :  Astronot NASA Pamerkan Bunga Pertama Yang Berhasil Mekar Di Luar Angkasa

“Kita juga bisa menjalinkannya dengan protein atau biomolekul yang lain, sesuatu yang tak mungkin terjadi sebelumnya,” tambah Florea seperti dilansir dari Irish Mirror, Senin (30/5/2016).

Dengan menggunakan perangkat DNA tersebut, mereka juga mengembangkan berbagai macam selulosa. Nantinya selulosa yang dihasilkan dengan pendekatan rekayasa genetik bisa ditautkan dengan protein yang mampu mengikat kontaminan. Dengan begitu, selulosa tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemurni air.

Bukan hanya itu saja, selulosa tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai sensor. Caranya dengan menggabungkannya dengan senyawa kimia. Dengan begitu, kita bisa memanfaatkan selulosa untuk pendeteksi zat racun. Selulosa akan berubah warna jika ada zat beracun pada tempat tersebut.

Lalu bagaimana hal tersebut bisa membantu manusia untuk bertahan hidup di Mars?

Caranya dengan memberikan alternatif sumber daya pada manusia saat hidup di Mars. Dengan begitu semua kebutuhan sumber daya material bisa terpenuhi dengan mudah.

Dibandingkan harus membawa sumber materila dari Bumi yang pastinya butuh biaya mahal, lebih baik membuat material sendiri dengan basis selulosa dan juga bantuan bakteri di kombucha itu.

Untuk mengembangkan hal ini, pihak Florea dan tim akan kerja sama dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Mereka berharap temuannya ini bisa bermanfaat untuk masa depan.

Comments

Berita Terhangat

To Top