Internasional

Mantan Miss Turki Dipenjara Karena Hina Erdogan

Mantan Miss Turki Dipenjara Karena Hina Erdogan

eKoran.co.id – Mantan Miss Turki, Merve Buyuksarac dinyatakan bersalah karena menghina pejabat publik. Dirinya pun divonis 14 bulan kurungan penjara oleh Pengadilan Istanbul pada Selasa (31/5). Karena alasan itulah Merve Buyuksarac harus menerima ganjaran tersebut.

Awalnya wanita cantik berumur 27 tahun itu hanya mengupload pusisi pada akun Instagramnya. Sebenarnya kejadian ini sudah berlangsung cukup lama, pada tahun 2014 silam. Namun saat itu Erdogan sedang menjabat sebagai Perdana Menteri Turki. Erdogan tidak terima atas hinaan yang dilakukan oleh Merve Buyuksarac sehingga berujung pada masalah hukum.

Merve Buyuksarac pun dinyatakan bersalah karena menghina Erdogan, namun pihak pengadilan masih memberi kelonggaran hukuman tapi dengan syarat tidak mengulangi penghinaan tersebut dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Dalam waktu pengacara Merve Buyuksarac, Emre Telci akan mengajukan banding terkait putusan dari Pengadilan Istanbul. Dirinya akan mengusahakan segala hal supaya kliennya itu tidak sampai dipenjara karena masalah salah paham.

Miss Turki itu sebelumnya juga pernah mengalami masalah seperti ini pada tahun lalu. Namun dirinya mengaku kalau tidak ada maksud untuk menghina siapa saja. Dia hanya mendapatkan puisi yang dianggapnya lucu lalu ia upload puisi tersebut ke akun Instagramnya.

BACA JUGA :  Buku Mein Kampf Adolf Hitler Diterbitkan Di Jerman

Merve Buyuksarac juga tidak pernah mengira kalau masalah seperti ini bisa sampai keranah bahkan bakal memenjarakannya. Dia mengaku hanya ingin mengungkapkan apa yang seharusnya dikatakan. Lagi pula dirinya hanya ingin senang-senang saja didunia maya.

“Unggahan itu bukan miliknya,” ujar Emre Telci, dilansir dari Telegraph.

Selama Erdogan menjabat sebagai Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003 sampai 28 Agustus 2014, dirinya mendapat banyak kritikan oleh masyarakat karena mengekang hak kebebasan berbicara.

Karena alasan itu juga lah Merve Buyuksarac merasa ingin menyuarakan apa yang ingin ia perjuangkan. Dirinya tidak mau selalu ditindas oleh pejabat negara yang hanya ingin menang sendiri.

Sebagai informasi, sebelum menjadi Perdana Menteri, Erdogan juga pernah jadi Walikota Istanbul dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994. Dia juga pernah dipenjara karena masalah puisi pada pada 12 Desember 1997.

Comments

Berita Terhangat

To Top