News

Penyelundupan Ikan Hiu Paus dan Lobster Digagalkan oleh Menteri Susi Pudjiastuti

Penyelundupan Ikan Hiu Paus dan Lobster Digagalkan oleh Menteri Susi Pudjiastuti

eKoran.co.id –¬†Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berhasil untuk menggagalkan aksi penyelundupan sepasang ikan hiu paus dalam keadaan masih hidup di Seram Bagian Barat, Maluku.

Hal ini membuktikan jika Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mencoba untuk memperkuat komitmennya dalam mengawal pengawasan pemanfaatan biota laut yang digunakan secara ilegal.

Dia menegaskan jika hiu paus itu merupakan salah satu biota yang harus dilindungi oleh pemerintah dan masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

“Oleh karena itu, tindakan pemanfaatan dari ikan hiu paus ini dianggap sebagai suatu bentuk tindakan yang ilegal.” ujar Susi Pudjiastuti di Jakarta, Sabtu 28 Mei 2016.

Upaya penyelamatan ini berawal dari Tim Satker Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ambon yang memperoleh laporang mengenai adanya pemanfaatan ikan hiu paus secara ilegal ini di Keramba Jaring Apung yang terletak di Pulau Kasumba, Seram Bagan Barat, Provinsi Maluku pada hari Minggu, 22 Mei 2016 yang lalu.

Sebanyak due ekor hiu paus yang diketahui memiliki panjang sekitar empat meter ini ditemukan di dalam Keramba Jaring Apung milik dari PT Air Biru Maluku. Dugaan sementara ini yakni ada pada palenggaran Pasal 16 ayat (1) UU 31/20116 tentang Perikanan.

BACA JUGA :  Dampak Kebakaran Kampung Bandan Jakarta Kota. Jalur Perjalanan Kereta Dibatasi

Apabila nantinya melanggar maka akan dikenakan sanksi yang sesuai dengan Pasa 88 UU 31/2004 yakni pidana penjara paling lama selama enam tahun serta dengan yang paling banyak ialah Rp 1.5 Miliar.

Selain berhasil menggagalkan adanya penyelundupan hiu pus, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu serta Keamanan Hasil Perikanan dan Direktorat Bea dan Cukai melalui Balai Besar KIPM Jakarta I dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan suatu bentuk penahanan terhadap 150.800 ekor benih lobster yang nantinya akan dikirim ke wilayah Singapura pada tanggal 25 Mei 2016 lalu.

“Modus yang digunakan di sini ialah dengan menutup kemasan benih lobster dengan komoditas ikan Selar segar.” ungkap Susi Pudjiastuti.

Selanjunya, langsung dilakukan suatu pemeriksaan ulang atau pemeriksaan fisik sesuai dengan prosedur Karantina Ikan dan Mutu Hasil Perikanan oleh petugas BKIPM Jakarta I bersama dengan petugas Bea dan Cukai serta pihak maskapai penerbangan yang ada di area pabean.

Dalam pemeriksaan yang telah dilakukan itu, ditemukan jika 64 box, 54 box diantaranya berisi benih lobster. Masing-masing box tersebut berisi sebanyak 9 kantong benih lobster, total yang ada terdapat hingga 479 kantong.

Comments

Berita Terhangat

To Top