Teknologi

Orang Indonesia Sangat Gemar Pakai Google Translate

Orang Indonesia Sangat Gemar Pakai Google Translate

eKoran.co.id – Selain memperkenalkan adanya pembaruan fitur terbaru pada aplikasi Google Translate, Google juga telah menyampaikan berita tentang temuan menarik menyoal bagaimana orang-orang di Indonesia menikmati layanan miliknya tersebut.

Seperti yang telah disampaikan oleh Product Manager Google Translate yang bernama Julie Cattiau, dalam sebuah video conference yang diadakan pada kantor pusat Google Indonesia, jumlah pengguna Google Translate yang ada di seluruh belahan dunia berada pada angka 500 juta pengguna, bahkan hingga sekitar 95% diantaranya justru malah berasal dari luar wilayah Amerika Serikat.

Sementara itu, Negara Indonesia juga menjadi salah satu negara yang penggunanya juga sangat menikmati dan antusias dalam memanfaatkan layanan penerjemah tersebut.

Meskipun senang untuk menggunakan layanan Google Translate, Julie juga telah mengungkapkan jika penggunaan dari Google Translate ini bukan untuk belajar bahasa asing yang ingin diketahui oleh pengguna, melainkan adanya suatu bentuk dorongan untuk mencari tahu arti kalimat yang ada di dalam situasi tertentu, seperti contohnya saat pengguna tengah berlibur di luar negeri dan kebanyakan diantara mereka tak tahu bahasanya.

BACA JUGA :  Apple Membuat Siri Lebih Cerdas

Hal ini juga menjadi pokok gagasan mengapa Julie ingin menghadirkan beberapa fitur baru pada layanan Google Translate agar pengguna bisa menerjemahkan bahasa asing tersebut dengan cara yang sangat praktis, mudah dan sederhana.

Fitur baru tersebut adalah Tap-to-Translate yang memungkinkan pengguna menjadi lebih mudah untuk menerjemahkan teks dari aplikasi lain, contohnya sepert Path ataupun WhatsApp.

Google telah mengklaim jika adanya fitur tersebut telah dimulai olehnya semenjak bulan April 2006 silam, dan fitur tersebut melibatkan 99 persen pengguna online.

Gagasan dari Google Translate itu sendiri untuk pertama kalinya diutarakan pada tahun 2004 silam, di mana pada saat itu seorang co-founder dari Google, yakni Sergey Brin menjadi frustasi karena suatu program terjemahan di mana program tersebut menerjemahkan suatu email berbahasa Korea.

Namun, saat ini layanan penerjemah Google Translate menggunakan kombinasi mesin belajar atau machine learning serta relawan dari orang-orang untuk berusaha memastikan hasil alih bahasa menjadi lebih akurat dan tidak membuat lucu penggunanya.

Comments

Berita Terhangat

To Top