Internasional

PM Najib Dinyatakan Bersih dari Korupsi, Setelah Terima Rp 9,4 T dari Arab Saudi

Aliran dana sebesar US$ 681 juta (Rp 9,4 triliun) yang masuk ke rekening PM Najib sudah dipastikan sebagai hadiah dari keluarga kerajaan di Arab Saudi dan tidak adanya tindak pidana maupun korupsi. Jaksa Agung Malaysia pun membersihkan Perdana Menteri Najib Razak dari segala tudingan korupsi.

Selama ini aliran dana misterius tersebut dikait-kaitkan dengan skandal korupsi perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang bermasalah. PM Najib sendiri menjabat sebagai kepala dewan penasihat di 1MDB.

“Saya puas dengan hasil penyelidikan bahwa dana itu bukanlah bentuk gratifikasi atau suap,” ucap Jaksa Agung Malaysia Mohamed Apandi Ali kepada media setempat dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/1/2016).

Namun Apandi tidak menyebut dengan jelas identitas pemberi donasi kepada PM Najib. “Tidak ada alasan yang diberikan soal mengapa donasi itu diberikan kepada PM Najib, hal itu antara dia dan keluarga kerajaan Saudi,” imbuhnya.

Apandi hanya menyebutkan bahwa sisa uang donasi dengan sebesar US$ 620 juta atau Rp 8,6 triliun telah dikembalikan kepada pemberinya, dengan alasan karena tidak digunakan. Pengembalian itu dilakukan pada Agustus 2013, atau sekitar 5 bulan setelah uang itu diberikan kepada PM Najib.

BACA JUGA :  Password Jutaan Pengguna Twitter Terancam Bocor

Ditegaskan Apandi, tidak ada tindak pidana yang dilakukan  Najib setelah tiga penyelidikan diserahkan kepada Badan Antikorupsi Malaysia. Dengan demikian, lanjut Apandi, tidak akan ada langkah hukum lanjutan yang akan dilakukan. Dia memerintahkan untuk penutupan seluruh kasus terkait aliran dana tersebut.

“Bukti yang didapat dari penyelidikan tidak menunjukkan donasi diberikan sebagai bujukan maupun imbalan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, apapun terkait kapasitasnya sebagai perdana menteri,” sebut Apandi seperti dilansir AFP.

Aliran dana misterius sebesar Rp 9,4 triliun terkait  Najib ini yang pertama kali diungkap oleh media ternama AS, Wall Street Journal pada Juli 2015 lalu. Saat itu, PM Najib tengah menghadapi tudingan lain terkait skandal korupsi 1MDB, di mana dana ratusan juta dolar AS menghilang. PM Najib dan 1MDB membantah adanya pelanggaran hukum.

Namun pihak oposisi Malaysia menyerukan penyelidikan independen atas hal ini. setelah penyelidikan diumumkan, PM Najib mengganti beberapa pejabat termasuk Jaksa Agung Malaysia sebelumnya, dengan Apandi yang dekat dengan Partai UMNO yang dipimpin Najib.

Comments

Berita Terhangat

To Top