Travel

Kementerian Pariwisata Usulkan Otoritas Pengelolaan Kota Tua

Kementerian Pariwisata Usulkan Otoritas Pengelolaan Kota Tua

Kementerian Pariwisata mengusulkan untuk membentuk otoritas tunggal untuk mengelola beberapa bagian wilayah bersejarah Kota Tua Jakarta yang bangunannya sedang menjalani renovasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan selama diskusi baru-baru ini bahwa ia percaya bahwa pendekatan top-to-bottom akan membantu untuk merevitalisasi Kota Tua lebih cepat.

“Kita perlu meminta Presiden untuk menerbitkan peraturan presiden untuk membentuk satu lembaga,” katanya.

Kota Tua, atau kompleks Old Batavia, terletak di dua kecamatan – Pinangsia dan Roa Malaka. Ini berarti bahwa para pejabat dari kedua kecamatan bertanggung jawab atas wilayah sementara manajemen tempat ini ditangani oleh unit teknis dari Dinas Pariwisata Jakarta.

Sementara itu, revitalisasi bangunan sekarang dilakukan oleh Jakarta Old Town Revitalisasi Corp (JOTRC), yang telah mengakuisisi 18 bangunan yang akan direnovasi.

Arief mengatakan bahwa pembentukan otoritas tunggal akan mempermudah proses revitalisasi di daerah.

“Ini akan menjadi lebih mudah karena order langsung dari Presiden,” katanya.

Arief mengatakan bahwa sebagian besar bangunan dimiliki oleh BUMN, sehingga akan mudah untuk meminta mereka untuk bekerja sama jika ada peraturan presiden. Dia mengatakan bahwa mendekati setiap perusahaan yang memiliki kepemilikan bangunan satu per satu akan memakan waktu lama.

BACA JUGA :  Kebun Raya Cibodas Punya Taman Bunga Lipstik

Arief memberi contoh Danau Toba di Sumatera Utara yang sebelumnya dikelola oleh tujuh pejabat yang berbeda tapi sekarang berada di bawah otoritas tunggal. Dia mengatakan bahwa candi Borobudur juga dikelola oleh satu kesatuan dan ini membantu dengan pemeliharaan dan bisnis.

Arief mengatakan bahwa dia juga akan mengusulkan untuk mengalokasikan sekitar Rp 10 triliun (US $ 760.000.000) untuk mendanai revitalisasi sampai 2019.

“Saya pikir itu akan mudah untuk mendapatkan Rp 10 triliun. Kami biasanya mengalokasikan Rp 5 triliun untuk mulai mengembangkan situs wisata, “katanya.

Dia mengatakan, bagaimanapun, bahwa Kota Tua harus mencoba untuk menarik lebih banyak pengunjung, menambahkan bahwa target baru tahun ini akan menjadi 200.000 wisatawan asing dan lima juta wisatawan domestik.

Comments

Berita Terhangat

To Top