News

Pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei Besok Diharapkan Pendidikan Semakin Meningkat dan Merata

Hari Kebangkitan Nasional

eKoran.co.id – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei besok, mengingatkan tentang upaya mewujudkan mimpi-mimpi bangsa. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap pendidikan bisa merata, penuntasan kemiskinan, dan bebas gizi buruk.

“Pasti kita punya mimpi Indonesia akan membangun masyarakatnya cerdas, membangun masyarakatnya hidup sejahtera, membangun masyarakatnya penuh damai. Pasti itu mimpi kita bersama karena itu cita-cita kita,” kata Khofifah, di Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).

Khofifah berpendapat salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan adalah dengan pendidikan. Mendorong warga di daerah terpencil agar mau sekolah dan memfasilitasi mereka dengan program kartu Indonesia Pintar yang terimplementasi hingga ke daerah terpencil.

“Lalu bagaimana supaya masyarakat keluar dari kebodohan, ada kartu Indonesia Pintar. Nah, ini juga harus dimaksimalkan oleh kualitas layanan pendidikan terutama daerah-daerah terpencil, kepulauan terpencil daerah pesisir yang sangat mungkin anak itu bukannya tidak mau sekolah. Tapi musim panen anak itu disuruh ke sawah, musim panen anak itu disuruh ke laut,” ujar Khofifah.

BACA JUGA :  Petugas Harus Ambil Sikap Tegas Terkait Sistem Ganjil Genap

Khofifah menyadari tantangan ke depan adalah membangun kesadaran bagi warga supaya bisa keluar dari kemiskinan dan kebodohan melalui pendidikan. Untuk itu, Khofifah berpendapat perlu pendampingan di daerah.

Selain pendidikan, Indonesia juga harus bangkit di isu kesehatan seperti stunting atau masalah gizi buruk yang masih menjadi tantangan. Beberapa pemetaan telah dilakukan tiap kementerian terkait seperti Kemendikbud dan Kemenkes untuk mengentaskan masalah ini.

“Ada pendidikan, kemiskinan, dan daerah tertentu di daerah ini gizi buruknya harus di intervensi dan didampingi. Daerah tertentu angka stuntingnya masih ada cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.

“Bagaimana kita bangkit dari permasalahan itu. Petanya sih bisa dilihat dari angka partisipasi pendidikan ada dari tiap kementerian seperti Kemendikbud dan Kemenkes,” papar Khofifah.

Comments

Berita Terhangat

To Top