News

Tidak Memenuhi Standar Gempa Menjadi Penyebab Banyak Rumah Roboh Di Aceh

Gempa Bumi Aceh

eKoran.co.id – Aceh kembali dilanda gempa bumi susulan yang berkekuatan 5,0 Skala Richter pada Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 23.05 WIB. Sebelumnya di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter pada pagi hari sekitar pukul 05.03 WIB. Menurut pihak BMKG, pusat gempa terjadi di kedalaman 10 km pada titik 5,56 derajat LU – 95,75 derajat BT atau 32 km Timur Laut Kabupaten Aceh Besar. selain itu, peristiwa alam ini tidak akan menimbulkan tsunami.

Akibatnya banyak bangunan seperti toko, gedung, rumah, dan tiang listrik roboh juga mengalami rusak berat. Selain itu, korban jiwa saat ini mencapai 94 orang dan puluhan korban lainnya mengalami luka-luka. Ada kemungkinan jika jumlah korban bisa saja terus bertambah.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan peringatan Tsunami BMKG Daryono, besarnya kerusakan yang terjadi dikarenakan adanya tanah di zona gempa yang relatif lunak. Serta banyaknya bangunan yang tidak memenuhi standar dari tahan gempa.

BACA JUGA :  Jokowi Akan Kunjungi Australia Pada Bulan November

“Kondisi di zona gempa tanahnya cukup lunak sehingga terjadi amplifikasi gempa ditambah banyak bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa,” ungkap Daryono, Rabu (7/12/2016).

Di pihak lain, Presiden Joko Widodo memerintahkan langsung kepada Kepala Staf Kepresidenan yakni Teten Masduki untuk memantau sejumlah dampak dari gempa bumi Aceh. Teten kemudian membentuk sebuah tim kecil yang akan ditugaskan untuk mengawasi proses jalannya evakuasi korban gempa bumi. Salah satunya adalah staf ahli Deputi V KSP Ifdhal Kasim.

“Menindaklanjuti perintah Presiden, Pak Teten membrntuk tim, tugasnya memonitoring dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan gempa bumi di Aceh,” jelas Ifdhal Kasim.

Comments

Berita Terhangat

To Top