News

Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK Terkait Pembangunan Pasar Atas Cimahi Tahap II

Atty Suharti Korupsi

eKoran.co.id – Wali Kota Cimahi, Atty Suharti di tetapkan sebagai tersangka oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pemberian suap pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi, Jawa Barat oleh pihak swaata, yakni Triswara Dhanu Brata dan Hemdriza Soleh Gunadi. Ia ditangkap pihak KPK di kediamannya di Jalan Asih IV No. 16, Kecamatan Sukasari, Bandung, Kamis (01/12/2016). Tak hanya Atty, sang suami Itoc Tochija juga ikut terseret menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Walaupun sudah tidak menjabat sebagai Wali Kota, namun Itoc Tochija masih mempunyai pengaruh, bahkan untuk mengendalikan kebijakan beserta roda pemerintahan Pemkot Cimahi. Sebelumnya, sang suami merupakan Wali Kota Cimahi pada periode 2002-2007 dan 2007-2012.

“Pengalaman kita yang sekarang dan sebelumnya, kita lihat ternyata generasi penerusnya dari dinasti tadi dalam banyak kesempatan dikendalikan oleh pemimpin sebelumnya,” jelas Ketua KPK, Agus Rahardjo, Jum’at (02/11/2016).

“Suaminya adalah Wali Kota Cimahi dua periode kemudian digantikan istrinya. Istrinya hampir selesai, dan maui pemilihan lagi. Dalam penyelidikan kami kelihatan kalau si istri dikendalikan suaminya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Mahasiswi Hampir Diperkosa di Bawah Pohon Durian, Pelaku Kabur Tanpa Celana

Pada operasi tangkap tangan tersebut, Tim Satgas telah mengamankan barang bukti berupa buku tabungan milik pengusaha yang didalamnya tertera bukti penarikan uang sebanyak RP 500 juta yang diberikan kepada Atty Suharti, namun melalui sang suami Itoc Tochaji.

“Diamankan buku tabungan berisi penarikan Rp 500 juta. Menurut pengakuan TDB dan HSG diberikan kepada IT,” kata Basaria di gedung KPK.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyatakan bahwa suami Atty Suharti dijanjikan sebuah proyek yang senilai Rp 57 miliar oleh dua pengusaha tersebut terkait proyek pembangunan tahap II Pasar Atas Cimahi tahun 2017.

“Dijanjikan Rp 6 miliar dari kesepakatan mereka untuk mendapat proyek pembangunan pasar. Pengusaha tersebut ingin mendapatkan proyek tersebut. Jadi proyek pasar ini masih ijon,” imbuh Wakil Ketua KPK.

Selain itu, kabar penangkapan Atty dan Itoc oleh KPK sontak menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Mereka menganggap keterlambatan pembangunan Kota Cimahi dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang rentan pada KKN (korupsi-kolusi-nepotisme).

Comments

Berita Terhangat

To Top