Kesehatan

Penyebab dan Cara Mencegah Batuk Asma pada Anak

bantuk asma pada anak

eKoran.co.id – Asma bisa disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan yang merupakan suatu respon terhadap adanya rangsangan. Orang tua dengan asma biasanya mewariskan gen yang membuat anak meraka lebih rentan terkena asma.

Selain faktor lingkungan, terutama kondisi sebelum dan sesudah masa kelahiran, juga bisa mempengaruhi terjadinya asma pada seseorang anak, dilansir dari Obatbatukalami, 08/11/2016.

Dalam serangan asma, bronchial kontraksi otot polos, sehingga saluran udara (disebut bronkus) menyempit, dan pembengkakan pada jaringan yang melapisi saluran pernapasan karena reaksi inflamasi, dan pelepasan sekresi lendir di saluran napas.

Akibatnya, diameter menyempit jalan napas, menyebabkan mereka yang menderita asma setiap upaya harus dilakukan untuk bernapas.

Tidak semua anak memiliki gejala yang sama asma, sehingga gejala dapat bervariasi pada anak yang sama. Sekitar setengah dari bayi dan anak-anak yang menderita gejala berulang seperti mengi, sesak napas atau batuk.

Gejala yang sering terjadi pada malam hari atau saat cuaca dingin, dan gejala umumnya batuk kering konstan. Gejala asma biasanya lebih buruk karena sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus, gejala yang disebabkan oleh virus dapat bertahan bahkan berminggu-minggu.

Asap rokok umumnya memperburuk gejala asma, dan asap rokok tidak hanya risiko asma pada masa kanak-kanak tahap faktor yang memberatkan, tetapi juga kompleksitas kontrol asma pada anak-anak.

Penyebab Asma pada anak
Pada anak penderita asma, sistem imun yang terlalu sensitif membuat saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan peradangan saat terkena pemicu seperti asap atau alergen. Terkadang, gejala asma terjadi tanpa pemicu yang jelas. Ketika asma terjadi, otot saluran pernapasan mengerut, lapisan saluran pernapasan membengkak, dan lendir tebal memenuhi saluran bronchial, membuat gejala asma terjadi.

BACA JUGA :  Waspada Bahaya akibat Cakaran Kucing

Pemicu asma yang berbeda pada setiap anak antara lain:
1. Infeksi virus, seperti pilek
2. Alergen, seperti debu, bulu hewan, serbuk sari atau jamur
3. Asap tembakau atau polutan lingkungan lain
4. Olahraga
5. Perubahan udara atau udara dingin

Kondisi yang berhubungan dengan asma antara lain:
1. Hidung basah dan sesak yang kronis (rhinitis)
2. Peradangan sinus (sinusitis)
3. Rasa panas di dalam perut (gastroesophageal reflux disease)

Tips Mencegah batuk Asma pada Anak

Perencanaan yang hati-hati dan mengendalikan pemicu asma adalah jalan terbaik untuk mencegah serangan asma.

Hindari pemicu.
Sebanyak mungkin, hindari alergen dan iritan yang dokter anda identifikasi sebagai pemicu asma

Larang merokok di sekitar anak anda.
Terkena asap tembakau saat bayi adalah risiko yang paling besar terjadinya asma pada anak, seperti halnya pemicu umum serangan asma.

Dorong anak anda untuk aktif.
Sepanjang asma anak anda dapat dikontrol dengan baik, aktivitas fisik yang rutin dapat membuat kondisi paru-paru bekerja dengan lebih efisien

Jalin komunikasi dengan tim medis
Berkerjasama dengan dokter anak anda untuk mengembangkan perencanaan terhadap asma, dan pastikan semua penjaga anak anda – care center, guru, pelatih, dan orang tua teman anak anda memiliki salinannya.

Beberapa rencana menggunakan peak flow meter yang dapat mendeteksi penurunan fungsi paru-paru sebelum anak anda merasakan gejala apapun, berikan informasi penting bagaimana merawat asma anak anda dari hari ke hari.

Comments

Berita Terhangat

To Top