News

Presiden Joko Widodo Kunjungi Australia Terkait Kerjasama Di Bidang Ekonomi Dan Maritim

Presiden Jokowi Ke Australia

eKoran.co.id – Presiden RI Joko Widodo telah dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Canberra dan Sydney, Australia pada akhir minggu ini. Kunjungan tersebut dilakukan karena adanya undangan resmi dari pemerintahan Australia.

Selain itu, dalam kunjungannya nanti, Presiden Joko Widodo akan membahas tentang kerjasama ekonomi maritim dengan Australia yang sebelumnya sudah pernah di bahas pada pertemuan 2+2 di Bali. Serta kerjasama di bidang pendidikan sebab Indonesia menjadi salah satu tujuan favorit pelajar Australia yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.

“Kunjungan ini akan difokuskan pada penguatan kerjasama ekonomi dan dan maritim. Dalam bidang maritime, diharapkan ada pengembangan blue ekonomi dan kerjasama pemberantasan IUU Fishing,” jelas Kemlu RI Edi Yusup, Direktur Asia Timur dan Pasifik.

Setelah membahas masalah ekonomi, Jokowi juga dikabarkan akan membahas tentang kerjasama kontra-terorisme. Salah satunya mengenai pembangunan pusat deradikalisasi yang terdapat di daerah Sentul.

BACA JUGA :  Menteri Kesehatan: Orang Dengan Penyakit Mental Masih Terabaikan

“Sementara itu kerjasama kontra-terorisme dan keamanan siber di harapkan ada pertukaran informasi intelijen, kerjasama dalam kerangka JCLEC dan dukungan Australia untuk pembentukan Pusat Deradikalisasi di Sentul, Bogor,” tambahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyatakan bahwa rencana kunjungan dari Presiden Joko Widodo tersebut tidaklah karena pengaruh situasi tegang yang kini sedang terjadi pada negeri mengenai rencana demonstrasi besar-besaran yang akan terjadi pada 4 November 2016.

“Rencana ini sudah ditetapkan sejak lama. Tidak mudah menetapkan tanggal. Sampai saat ini, informasi yang kami miliki, rencana masih tetap berjalan,” jelas Arrmanatha Nasir.

Selama kunjungan pada 5 hingga 8 November nanti, delegasi RI terdiri dari Menlu, Menkopolhukam, Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri Sekretaris Kabinet, Mensesneg, Kepala Bekraf dan Kepala BKPM.

Comments

Berita Terhangat

To Top